Polisi Gerebek Pabrik Pupuk Ilegal di Gunungsireum Sukabumi

Pabrik pupuk ilegal di Kampung Gunungsreum Sukabumi digerebek polisi.

Pabrik pupuk ilegal di Kampung Gunungsreum Sukabumi digerebek polisi.

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Kasus pupuk ilegal kembali terjadi di Kabupaten Sukabumi. Kali ini, tujuh pelaku yang diduga memproduksi pupuk ilegal, diamankan Polsek Jampangtengah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, para pelaku dicokok petugas di pabrik pupuk tepatnya di Kampung Gunungsireum, Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampangtengah, Senin (12/3/2018) dini hari.

Kapolsek Jampangengah, AKP Samsuri mengatakan, tujuh pelaku yang diketahui berinisial AS (39) warga Kampung Mayak, RT 3/2, Desa Bojongkembar, Kecamatan Cikembar, RS (33) warga Kampung Cibatu, RT 2/2, Desa Cibatu, Kecamatan Cikembar, Dian (24) warga Kampung Cikawung, RT 16/4, Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampangtengah, SH (29) warga Kampung Kosambi, RT 13/3, Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampangtengah. Selain itu, AK (33) warga Kampung Cieumbe, RT 12/3, Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampangtengah, CS (40) warga Kampung Mekarsari, RT 1/13, Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar dan AN (27) warga Kampung Margasari, RT 4/8, Desa Bojongkembar, Kecamatan Cikembar.

“Para pelaku ini kami amankan karena mereka telah membuat pupuk atau pembenah tanah yang tidak memiliki izin dengan merk Toll Ush Produksi CV. Multi Guna Gresik Indonesia,” jelas Samsuri di Mako Polsek Jampangtengah.

Saat melakukan penggerebekan, pegutas telah bekerjasama dengan anggota Sat Reskrim Polres Sukabumi yang dipimpin oleh KBO Sat Reskrim Polres Sukabumi, Iptu Tedi Aarmayadi.

“Waktu digerebek, para pelaku baru selesai memproduksi pupuk. Hasil introgasi dengan pelaku, rencananya pada saat itu pupuk itu akan dijual langsung ke wilayah Provinsi Sumatera. Namun usaha mereka dapat digagalkan oleh polisi,” bebernya.

Sementara barang bukti yang diamankan oleh polisi diantaranya, satu unit kendaraan truck Mitsubishi Colt Diesel 120 PS warna kuning bernomor polisi F 8726 WR yang berisikan 161 karung pupuk atau pembenah tanah merk Toll Ush Produksi CV.

Multi Guna Gresik Indonesia, satu perangkat mesin produksi pupuk.

“Saat ini, seluruh pelaku berikut dengan barang bukti lainnya sudah dibawa ke Mako Polres Sukabumi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Sementara, satu perangkat mesin produksi pupuk dilakukan status quo dilokasi pabrik dengan di pasang garis polisi,” tandas Samsuri.

Sementara itu, Sekertaris Desa Padabeunghar Edwarnus menjelaskan, pemerintah desa tak mengetahui bawa ada pabrik pupuk yang lokasinya berada di Kampung Gunungsireum.

Pihaknya mengklaim, lokasi perusahaan tersebut belum pernah memberikan laporan terkait izin domisili terhadap pemerintah desa.

“Saya tidak tahu ada pabrik pupuk disana (Gunungsireum). Bahkan, saya baru tahu sekarang, bahwa pabrik pupuk digerebek oleh petugas gabungan dari Polres Sukabumi,” katanya.

Pemerintah desa ujar Edwarnus, sangat menyesalkan dengan sikap perusahaan yang dinilai tak menataati peraturan pemerintah. Terlebih lagi, lokasi perusahaan jauh dengan pemukiman penduduk.

“Berdasarkan hasil laporan dari kepala kadus, katanya pabrik itu sudah berdiri sejak beberapa tahun silam. Namun, baru diketahui aktivitasnya sekitar beberapa bulan terkahir. Lantaran di lokasi perusahaan itu, banyak kendaraan truck yang menggangkut pupuk. Saya kira pupuk itu legal, ternyata tidak mengantongi izin,” pungkasnya.

(radar sukabumi/cr13)

loading...

Feeds