Innalillahi… Bayi Meninggal Saat Ditangani Petugas Puskesmas Curug Cikembar Sukabumi

mayat bayi (ilustrasi)

mayat bayi (ilustrasi)

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Warga Kampung Puncak Lonceng, Desa/Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi merasa geram dengan kinerja Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Curugkembar karena dinilai lalai dalam memberikan pelayanannya terhadap masyarakat.

Hal itu dipicu, setelah peristiwa meninggalnya seorang bayi yang baru lahir saat ditangani petugas Puskesmas.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Sukabumi (Grup Pojokjabar), bayi mungil berjenis kelamin perempuan ini diketahui meninggal dunia saat ibu kandungnya, Selpi Novianti (23) melakukan persalinan di Pelayanan Obstetri Neonatus Essensial Dasar (Poned) Puskemas Curugkembar, Sabtu (10/3) lalu sekira pukul 03.00 WIB.

Ruswandi (29) yang merupakan suami dari Selpi Novianti menerangkan, kasus kematian bayi ini bermula saat dirinya membawa sang istri ke Pusekesmas Curugkembar pada akhir pekan kemarin.

“Saat itu, saya bawa istri bersama keluarga menggunakan mobil pribadi. Saat tiba di Puskesmas, saya langsung dilayani oleh tiga petugas Puskesmas. Namun saya mendapatkan reaksi yang tidak mengenakan, karena saat bayi lahir dinyatakan meninggal oleh keluarga yang berada di dalam ruang persalainan bersama istri saya. Namun setelah diketahui meninggal, salah seorang bidan meminta kepada keluarga, kalau ada dokter yang menanyakan kondisi bayi, bilang saja anaknya sehat-sehat saja dan bayinya sudah dibawa pulang dan tidak meninggal dunia,” jelas Ruswandi, Senin (12/3/2018).

Setelah mendapatkan laporan dari keluarganya seperti itu, Ruswandi pun langsung naik pitam dan ia menilai kematian bayinya yang baru lahir itu, tidak wajar. Untuk itu, dirinya langsung melakukan koordinasi dengan pihak Puskemas tersebut.

“Barusan saya sudah ngobrol dengan bidannya. Mereka menyatakan sebenarnya pada waktu itu, tidak bersedia melakukan persalinan terhadap istri saya. Mereka terpaksa melayani istri saya karena dalam keadaan darurat. Namun yang menjadi pernyataan buat saya, kalau memang darurat kenapa mereka berani melakukan penanganan persalinan ini. Sehingga dampaknya anak saya menjadi korban hingga meninggal,” tandasnya.

Untuk itu, ia berencana bersama warga Desa Curugkembar akan melakukan aksi unjuk rasa dengan jumlah massa sekitar 100 orang, untuk mempertanyakan kematian bayinya tersebut.

“Rencananya, besok (hari ini, red) kami akan menggelar aksi di Puskesmas Curugkembar, menuntut tanggung jawab atas kelalaian kinerja dan lemahnya pengawasan. Apalagi ini berkaitan dengan nyawa manusia. Untuk itu, saya berharap Dinas Kesehatan dapat segera turun tangan untuk mengetahui fakta yang sebenarnya. Sehingga pelayanan kesehatan dapat maksimal dirasakan oleh warga,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Puskemas (Kapus) Curug Kembar, Olih Solihin menjelaskan, pihak Puskemas sudah melakukan pelayanan sesuai dengan Protap. Namun karena ada kata-kata yang tidak mengenakan dari petugas terhadap keluarga korban, sehingga menimbulkan persoalan seperti ini.

“Saya merasa dilematis terkait meninggalnya seorang bayi yang melahirkan di Poned Puskesmas Curugkembar, dilayani salah dan tidak dilayani juga salah,” jelasnya.

Pihak Puskesmas, ujar Olih sudah melakukan komunikasi dengan orang tua korban. Ia pun telah menyampaikan bahwa kondisi bayi saat tiba di Poned Puskesmas Curugkembar sudah dalam keadaan meninggal.

“Bayi ini telah meninggal dalam kandungan, dan ini sudah kami sampaikan kepada keluarga pasien. Kalau soal adanya informasi massa akan melakukan aksi unjuk rasa, saya belum mengetahuinya secara pasti. Meski demikian, saya mengucapkan bela sungkawa terhadap keluarga korban, diharapkan mereka dapat tabah dan diberikan kekuatan. Semoga dengan kejadian ini ada hikmahnya untuk kita semua,” pungkasnya.

(radar sukabumi/cr13)

loading...

Feeds