Satu Tahun Lebih TKI Sukabumi Kritis di Arab Saudi

Ilustrasi TKI

Ilustrasi TKI

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Kabar duka menimpa Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Wawan Ridwan warga Kampung Citamiang RT 02/010 Desa Cidadap Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi.

Ia dikabarkan terkapar di Rumah Sakit Al-Dawadmi akibat sakit komplikasi yang dideritanya. Wawan terbaring sudah lebih dari satu tahun. Divisi Humas Dewan Pimpinan Luar Negeri Srikat Buruh Migran Indonesia (DPLN SBMI), Agus Gia menjelaskan, pihaknya menerima pengaduan dari istri korban bernama Nopi Lindayani (32).

SBMI pun memfasilitasi Novi untuk bertemu Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi dan menceritakan masalahnya agar suami tercintanya segera dipulangkan ke tanah air.

“Alhamdulilah berkat sinergitas antara SBMI dan KBRI di Riyadh, kami berencana akan memulangkan saudara Wawan yang langsung difasilitasi KBRI Riyadh,” jelas Agus kepada Radar Sukabumi (Grup Pojokjabar), Minggu (18/2/2018).

Dalam kronologisnya, Wawan berangkat dari kampung halamannya ke Arab Saudi pada Agustus 2016 lalu. Ia direkrut oleh RD dan EK yang mengaku dari pihak PT pemberangkatan TKI. Setelah menyanggupi menggunakan jasa ke dua orang tersebut, Wawan malah diberangkatkan dengan cara illegal yakni menggunakan visa umroh atau kunjungan.

Di Arab Saudi, Wawan dipekerjakan di sebuah yayasan. Setelah tiga bulan bekerja, ia jatuh sakit hingga mengalami koma dan dirawat di rumah sakit Prince Mohammed Bin Abdul Azis Hospital Kota Rabwah, Riyadh, Arab Saudi pada Oktober 2016 lalu.

Wawan pun dipindahkan ke Rumah Sakit Umum Al Bijadiyah Kota Riyadh sejak Aguatus 2017 lalu. Kini, Wawan dalam pengananan SBMI dan KBRI di Rumah Sakit Al Dawadmi sambil menunggu jadwal penerbangan kembali untuk dipulangkan ke tanah air.

“Rencananya Pak Wawan akan dipulangkan pada 13 Februari kemarin, tapi kesehatannya belum stabil, jadi sekarang menunggu jadwal penerbangan lagi,” kata Agus.

Ia juga mengaku, pihaknya bersama Konsuler KBRI Riyad, Raden Arif sudah melihat kondisi kesehatan korban. “Pak wawan tidah bisa bangun.

“Tapi saya mohon doa kepada semua agar beliau bisa segera sembuh dan pulang ke kampung halaman untuk bertemu keluarganya,” pintanya.

Gia juga menyebutkan, pihak KBRI Riyadh sudah mengklaim biaya tiket VIP sebesar 33 ribu real Saudi atau sekitar Rp118, 8 juta. Semuanya ditanggung oleh KBRI Riyadh. Sementara itu, Nopi meminta agar suaminya bisa segera dipulangkan.

“Saya berterima kasih kepada pemerintah dalam hal ini KBRI dan SBMI yang telah memfasilitasi suami saya dalam pengobatan hingga rencana pemulangan,” ucapnya.

(radar sukabumi/ryl)


loading...

Feeds

ilustrasi

Mayat tanpa Identitas Gegerkan Warga Beberan

POJOKJABAR.com, CIREBON– Mayat tanpa identitas berjenis kelamin laki-laki menggerkan warga desa Beberan, Kecamatan Palimanan Kabupaten Cirebon dan sekitarnya, Minggu (24/6/18). …
Di Balik Sidak Sekda Kabupaten Bekasi

Di Balik Sidak Sekda Kabupaten Bekasi

SEJUMLAH organisasi perangkat daerah (OPD) disidak oleh Sekda Kabupaten Bekasi Uju pada Jumat (22/6/2018). Ia membeberkan sejumlah alasan di balik …