Harga Sembako dan Bumbu Dapur Makin Mahal di Kota Sukabumi, Cek Haranya di Sini

Ilustrasi Sembako.

Ilustrasi Sembako.

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Kalangan ibu-ibu rumah tangga di Kota Sukabumi, kini makin kerepotan mengatur uang belanja.

Selain sembako yang tetap mahal, harga bumbu dapur terutama cabai rawit merah dan bawang putih terus meroket yakni Rp 50 ribu per kilogram (kg) dan Rp 28 ribu per kg.

Seperti yang terjadi di pasar tradisional Jalan Stasiun Timur dan Pasar Gudang, Kota Sukabumi.

Di kedua pasar ini, harga cabai rawit merah naiknya lumayan tinggi Rp 14 ribu dari semula Rp 36 ribu kini mencapai Rp 50 ribu per kg. Cabai lokal juga naik Rp 4 ribu menjadi Rp 44 ribu per kg, cabai hijau naik Rp 4 ribu menjadi Rp 20 ribu per kg.

Selain itu, harga bawang merah juga sama naik Rp 4 ribu menjadi Rp 24 ribu per kg dan bawang putih Rp 10 ribu menjadi Rp 28 ribu per kg. Kondisi ini tentu saja makin membuat ibu-ibu rumah tangga kelimpungan, agar dapur tetap bisa ngebul.

Karena komoditi lainnya juga mahal. Salah satu pembeli, Eti (60) warga Citamiang, Kota Sukabumi menjelaskan, harga yang terus naik membuat biaya pengeluarannya terus bertambah, sementara penghasilannya tetap.

“Harga yang terus naik membuat kami bingung, pengeluaran saya terus bertambah sedangkan penghasilan kita kan segitu-gitu aja,”keluh Eti di Pasar Gudang, Minggu (18/2/2018).

Dirinya sangat berharap, harga sembako berikut bumbu dapur cepat turun kembali.

“Pendapatan tidak naik-naik, tapi sembako dan kebutuhan hidup lainnya mahal terus, saya harap pemerintah bisa menekan harga di pasaran supaya dapur bisa ngebul,”pintanya.

Selain membuat repot konsumen, mahalnya harga bumbu dapur tersebut juga membingungkan para pedagang. Menurut salah satu pedagang di Pasar Stasiun Timur, Wawan (40), sebagai pedagang kenaikan harga sekarang sangat aneh dan membingungkan. Sebab, stok barang di pasar sangat banyak tapi harga naik.
“Sekarang naiknya aneh, bikin kita bingung sebagai pedagang karena biasanya kalau harga naik pasti stok barang itu sedikit tapi ini banyak,”ungkap Wawan.

Dirinya juga mengeluhkan menurunnya jumlah konsumen. Mengingat biasanya barang dagangan seperti cabai rawit selalu habis sekitar jam 06.00 WIB. Tapi kini hingga menjelang siang hari, barang dagangannya tidak laku.

“Saya kan jualan dari jam 04.00 subuh, biasanya kalau harga jual standar jam 06.00 WIB itu sudah habis, tapi sekarang sulit habis,” kesalnya.

Padahal, Wawan ngambil barang tidak banyak seperti hari biasanya.

“Saya ambil barang cuman setengahnya dari biasa,”keluhnya.

Kondisi yang sama dialami juga oleh salah satu pedagang di Pasar Gudang Jalan Tipar Gede Kota Sukabumi, Ajang Wahyudin (35).

Menurutnya, harga sembako setiap hari fluktuatif, tidak bisa diperkirakan. Ajang takut ketika stok barang dagangannya diperbanyak, harga dikhawatirkan turun mendadak.

“Kalau harga terus tidak stabil seperti ini, kita sebagai pedagang merasa takut juga ketika stok barang dibanyakin dan tiba-tiba harga turun, nanti kita bisa tekor,” bebernya.

(radar sukabumi/Cr17/e).


loading...

Feeds

ilustrasi

Mayat tanpa Identitas Gegerkan Warga Beberan

POJOKJABAR.com, CIREBON– Mayat tanpa identitas berjenis kelamin laki-laki menggerkan warga desa Beberan, Kecamatan Palimanan Kabupaten Cirebon dan sekitarnya, Minggu (24/6/18). …
Di Balik Sidak Sekda Kabupaten Bekasi

Di Balik Sidak Sekda Kabupaten Bekasi

SEJUMLAH organisasi perangkat daerah (OPD) disidak oleh Sekda Kabupaten Bekasi Uju pada Jumat (22/6/2018). Ia membeberkan sejumlah alasan di balik …