Kendaraan Ngetem Sembarangan, Ini Sanksi dari Dishub Kota Sukabumi

LALULINTAS: Angkot trayek nomor 14 jurusan Bhayangkara yang direncanakan akan digabungkan saat mengetem di Jalan Ahmad Yani Kota Sukabumi.
FOTO : DASEP/RADARSUKABUMI

LALULINTAS: Angkot trayek nomor 14 jurusan Bhayangkara yang direncanakan akan digabungkan saat mengetem di Jalan Ahmad Yani Kota Sukabumi. FOTO : DASEP/RADARSUKABUMI

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Hati-hati bagi para pengendara roda empat yang ngetem sembarangan. Sebab, mereka akan dikenakan denda sebesar Rp250 ribu.

Kepala Bidang (Kabid) Lalulintas dan Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi, Imran Whardhani mengatakan, denda tersebut diberlakukan sesuai dengan UU No.22 Tahun 2009 Tentang LLAJ Pasal 302 yang berbunyi: “Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor, angkutan umum, orang yang tidak berhenti selain di tempat yang telah ditentukan, mengetem, menurunkan penumpang selain di tempat pemberhentian, atau melewati jaringan jalan selain yang ditentukan dalam izin trayek sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126 dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu.”

Meski begitu, Imran meminta maaf kepada masyarakat Kota Sukabumi, lantaran upaya menegakkan aturan itu masih jauh dari harapan masyarakat.

“Untuk melakukan penegakkan hukum pada angkutan umum yang ngetem atau berhenti tidak pada tempatnya ini masih jauh dari harapan, namun akan terus kami lakukan,”ujar Imran Whardhani kepada Radar Sukabumi (Grup Pojokjabar).

Dirinya tidak menutup mata, jika masih banyak ditemukan para sopir angkutan perkotaan (Angkot) yang ngetem di sembarang tempat. Berakibat pada kemacetan.

“Pegemudi yang mengetem, berhenti dan parkir tidak pada tempatnya, tidak saja terjadi di daerah perbatasan Kota dan Kabupaten Sukabumi, tetapi juga di dalam kota atau di tempat-tempat yang memang terdapat potensi penumpang,”bebernya.
Adapun penyebab mereka mengetem sebarangan, lanjut Imran, karena sistem setoran angkot.

“Sistem setoran angkot ini juga memaksa pengemudi untuk ngetem, ketimbang mereka harus berputar-putar atau beroperasi pada saat di luar jam sibuk penumpang,” katanya.

Pihaknya menyarankan setiap bangunan atau kawasan yang menimbulkan dampak tarikan dan bangkitan perjalanan, sama-sama mengantisipasinya.

Dengan cara disediakannya tempat menaikkan dan menurunkan penumpang yang tidak mengganggu kelancaran lalu lintas. Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan, Abdul Rachman menambahkan, angkot-angkot yang mengetem di sejumlah jalan menuju Kota Sukabumi sudah menjadi masalah klasik.

“Memang hal tersebut menjadi masalah klasik selama pusat-pusat kegiatan berada di sepanjang jalur utama dan tidak disediakan lajur khusus untuk angkot pada kawasan pusat kegiatan di sepanjang jalur itu,”terang Abdul.

Solusinya, harus disediakan lajur khusus angkot. Supaya bisa memisahkan lajur untuk angkot yang ngetem, dengan lalu lintas yang jalan terus menerus.

“Dibuat jalur-jalur alternatif sehingga lalu lintas yang terus menerus, dapat menghindari kemacetan apabila melewati jalur yang menjadi pusat kegiatan, karena itu semoga saja jalan tol cepat selesai supaya lalu lintas tidak terhambat,” tandasnya.

(radar sukabumi/Cr17/t)


loading...

Feeds

Scarlet

10 Aktris dengan Bayaran Tertinggi di Dunia

BERHASIL menggeser Emma Stone, Scarlett Johansson berhasil menempati posisi teratas sebagai aktris dengan bayaran tertinggi. Scarlett mengantongin penghasilan sebesar USD 40,5 …