Marak Teror ‘Orang Gila’, Polres Sukabumi Kota Bentuk Satgas Penjaga Umat

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Maraknya Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) masu pondok pesantren (ponpes) di Sukabumi belakangan ini, jelas membuat masyarakat semakin khawatir. Apalagi, ditengah isu teror yang belakangan muncul terkait ancaman kepada para pimpinan ponpes ataupun ulama.

Untuk melindungi umat dari berbagai ancaman dari hal-hal yang tak diinginkan, Polres Sukabumi Kota membentuk Tim Satuan Tugas (Satgas) polisi penjaga umat. Hal ini dilakukan, demi menjaga konduktivitas Kota Sukabumi dari ODGJ.

Pembentukan Satgas tersebut, melibatkan 16 Kepolisian Sektor (Polsek) di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota.

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Susatyo Purnomo Condro menjelaskan, beredarnya di lapangan terkait gangguan ODJG terhadap ulama membuat polisi harus secepatnyamengambillangkahdalam menyikapi persoalan itu.

“Bukan hanya tentang penegakan hukum saja, kami juga akan mengedepankan kontrol opini. Hal itu akan bisa menyadarkan masyarakat agar lebih bijak menerima berita yang tersebar,” jelas Susatyo kepada Radar Sukabumi (Grup Pojokjabar), Senin (12/2/2018).

Untuk itu, pihaknya terus berupaya menjaring dan merehabilitas ODGJ agar dapat diperlakukan selayaknya. Upaya tersebut, tidak terlepas dari kerjasama yang terjadin antar Satuan Polis iPamong Praja(SatpolPP), Dinas Sosial(Dinsos), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi serta RSUD Syamsudin.

“Kami berusaha untuk merehabilitasi suapaya ODGJ ini bisa diperlakukan sama,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Susatyo juga memberikan santunan pangan kepada Yayasan Welas Asih yang menampung ODGJ. Pihaknya mengimbau, apabila masyarakat menemukan adanya orang yang dicurigai ODGJ, segera melaporkan pada kepolisian terdekat.

Maka, jangan mudah terprovokasi berita yang belum jelas bahkan hoax.

“Kami harap, semua unsur harus dapat menjalin kerjasama yang baik dan lebih peduli kepada ODGJ yang isunya bermacam-macam. Sehingga ketika Yayasan Welas Asih ini dibantu, maka akan semakin maju dalam melaksanakan rehabilitas ipada ODGJ,” paparnya.

Sementara itu, Sekretaris Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi, M Kusoy mengapresiasi pembentukan Satgas tersebut. Sebab, hal ini akan berguna bagi pencegahan hal-hal yang tak diinginkan.

“Alhamdulillah polisi dapat cepat tanggap dalam melindungi para ulama dan masyakat pada umumnya. Sehingga, bisa tercipta kondisi yang solid dan tentram,” akunya.

Ia menambahkan, setelah adanya dua kali ODGJ meresahkan Pondok Pesantren (Ponpes), pihaknya langsung mengadukan informasi tersebut kepada kepolisian dan unsur lainnya agar bisa segera ditangani sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Kami harap dengan adanya giat seperti ini, dapat menjadi langkah preventif agar lebih baik lagi ke depan,” pungkasnya.

(radar sukabumi/cr16/t)


loading...

Feeds

Michael Essien

Michael Essien Tetap di Persib Bandung

Rumor hengkangnya Michael Essien dari Tim Persib Bandung terbantah sudah. Pemain berjuluk Bison itu kembali berlatih bersama skuad Maung Bandung …
Kepala smpn 1 Sumber, Heri Purnama (berdiri) saat melakuka monitoring pelaksanaan simulasi UNBK. Foto: Dede/pojokjabar.com

SMPN 1 Sumber Siap Laksanakan UNBK

POJOKJABAR.com, CIREBON – Jelang pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer untuk tahun ke 2, SMPN 1 Sumber terus berbenah, dari mulai …