Korban Sungai Cibatuhilir Sukabumi Ditemukan Tersangkut Kayu dan Bebatuan

UPAYA PENCARIAN : Tim gabungan bersama masyarakat saat melakukan pencarian Ismi Sharotul Sinta (8), gadis cilik asal Kampung Pancalikan RT 3/ 15, Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak yang hilang ditelan arus sungai Cibatuhilir.

UPAYA PENCARIAN : Tim gabungan bersama masyarakat saat melakukan pencarian Ismi Sharotul Sinta (8), gadis cilik asal Kampung Pancalikan RT 3/ 15, Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak yang hilang ditelan arus sungai Cibatuhilir.

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Korban tergerus sungai Cibatuhilir, Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Ismi Sharotul Sinta (8) akhirnya ditemukan meninggal di Sungai Cimandiri, Desa Bantarkalong, Kecamatan Warungkiara, sekira pukul 06.30 WIB, Senin (12/2/2018). Jenazah korban langsung dibawa kerumah duka untuk dikebumikan.

Informasi yang dihimpun Radar Sukabumi (Grup Pojokjabar), gadis bernasib nahas itu tercatat sebagai warga Kampung Pancalikan, RT 3/15, Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak.

Ia merupakan anak bungsu dari empat bersaudara pasangan Mimah dan Bisri. Ismi tergerus sungai Cibatuhilir pada Minggu (11/2/2018) lalu.

Koordinator Forum Koordinasi Sar Daerah (FKSD), Okih Fajri mengungkapkan, korban pertama kali ditemukan warga sekitar Sungai Cimandiri saat akan menambang pasir.

Saat itu, kondisi jenazah korban ditemukan mengambang dan tersangkut puing-puing kayu dan bebatuan.

“Setelah dicocokan dengan ciri-cirinya, jenazah yang ditemukan itu ialah Ismi. Anak yang terbawa hanyut di sungai Cibatuhilir di Cibadak,” ujar Okih, Senin(12/2/2018).

DIKEBUMIKAN: Jenazah Ismi Sahrotul Sita (8) saat dibawa ke tempat pemakaman umum, yang tak jauh di rumah duka, Kampung Pancalikan RT 3/15, Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak.

DIKEBUMIKAN: Jenazah Ismi Sahrotul Sita (8) saat dibawa ke tempat pemakaman umum, yang tak jauh di rumah duka, Kampung Pancalikan RT 3/15, Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak.

Dijelaskan Okih, saat Ismi ditemukan oleh warga, kondisinya sungguh sangat mengenaskan. Ia sudah tak mengenakan busana dan di sekujur tubuhnya nampak luka lebam akibat benturan pada material sungai.

“Kami yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi korban. Jenazah korban langsung kami bawa ke rumahnya untuk dikebumikan,” pungkasnya.

Sementara itu, saat jenazah Ismi tiba di rumah duka, suara tangis memecah keheningan rumah. Pihak keluarga dan juga kerabatnya merasa kehilangan dengan kepergian Ismi. Asep, perwakilan keluarga korban mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang terlibat membantu pencarian Ismi. Jenazah langsung dikebumikan di pemakaman umum yang tidak jauh dari kediamannya.

“Terimakasih kepada semua pihak yang ikut membantu mencari Ismi,” singkatnya.

(radar sukabumi/Cr15/d)


loading...

Feeds