Kabupaten Sukabumi Jadi Pembuangan ODGJ

ODGJ (ilustrasi)./Foto: Istimewa

ODGJ (ilustrasi)./Foto: Istimewa

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Wilayah Kabupaten Sukabumi rupanya masih menjadi salah satu daerah favorit oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk membuang orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dari berbagai daerah.

Penyebabnya, selain minimnya pengawasan lantaran luas wilayah, juga karena belum ada regulasi yang mengatur ODGJ tersebut Keberadaan ODGJ ini mudah ditemukan disetiap sudut jalan protokol yang ada di Sukabumi.

Tak heran, bila keberadaan mereka ini mengganggu estetika wilayah dan juga menimbulkan keresahan masyarakat luas.

Salah seorang penggiat sosial, Junaedi Tanjung mengatakan, ODGJ saat ini yang banyak di wilayah Kabupaten Sukabumi kebanyakan dari luar Sukabumi. Mereka diduga sengaja dibuang oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Itu mereka kebanyakannya dari luar, tidak asli dari Sukabumi,” ujar Junaedi Tanjung, Kamis (8/2).

Diakui Junaedi, pemerintah daerah sering menggelar operasi keberadaan ODGJ ini. Namun, setelah operasi dilaksanakan, ODGJ kembali menjamur dengan orang yang berbeda.

“Tentunya harus ada payung hukum yang mengatur sanksi terhadap pembuang ODGJ. Ini supaya mereka merasa diawasi dan efek jera,” imbuhnya.

Menurut Junaedi, regulasi soal ODGJ ini dipandang perlu untuk mengatur dan memberikan sanksi terhadap orang yang memperlakukan dan membuang para ODGJ di wilayah Kabupaten Sukabumi.

“Pembuangan ODGJ ini terselubung dan tersembunyi, kebanyakan dimalam hari di tempat yang sepi. Setidaknya jika ada saja baliho, spanduk atau media lainnya tentang larangan pembuangan mereka (pembuang ODGJ,red) merasa terawasi. Petugas yang berwenang pun akan bertindak sesuai dengan aturan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Agus Mulyadi berpendapat, dalam Undang-undang sudah jelas bahwa orang miskin dan ODGJ dijamin oleh pemerintah.

Siapa pun yang menelantarkan ataupun membuangnya sudah jelas bisa dikenakan sanksi.

“Secara detail kami akan mempelajarinya agar tidak bertimpangan dengan aturan yang sudah ada. Secara mendasar itu merupakan kewajiban negara, jika memang menjumpai pembuang tinggal tunjuk hidung saja dan bisa dikenakan hukuman,” pungkasnya.

(radar sukabumi/Cr15/d)


loading...

Feeds

Harkitnas

Pemkot Bekasi Peringati Harkitnas 2018

PENJABAT (Pj) Wali Kota Bekasi Ruddy Gandakusumah menjadi Inspektur Upacara Hari Kebangkitan Nasional Ke-110 tahun 2018, Senin, (21/5/2018) di Alun-Alun …