Pelajar SMA Cibadak Sukabumi Diculik Lalu Diperkosa, Begini Modusnya

Ilustrasi.

Ilustrasi.

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Nasib malang dialami salah satu pelajar SMA di Kabupaten Sukabumi. ZF yang masih berusia 16 tahun, menjadi korban pelampiasan nafsu bejat oleh ayah teman satu sekolahnya berinisial HD alias Abdul (37).

Dari informasi yang dihimpun Radar Sukabumi (Grup Pojokjabar), kejadian tersebut bermula ketika tersangka melihat korban di Jalan Suryakencana, Kelurahan/Kecamatan Cibadak, Selasa (23/1) lalu.

Pelaku kemudian mendekat dan berpura-pura menanyakan anaknya yang masih satu sekolah dengan korban.

Lantaran korban tak tahu, modus tersangka ini terus dilancarkan dengan meminjam handphone korban berpura-pura untuk menelpon anaknya. Lantaran tak ada, korban kemudian diajak pelaku ikut mencari anaknya menggunakan motor Honda Beat putih ke arah Puncak, Bogor.

Sesampainya di Puncak Bogor, tersangka mengganti kendaraannya dengan menggunakan mobil Toyota Agya yang direntalnya. Namun, di dalam mobil itu, tersangka mengikat tangan korban menggunakan tali sepatu.

“Dengan leluasa, korban melakukan aksi bejatnya itu. Ia melakukannya di jok mobil belakang dan depan sebanyak dua kali. Awalnya korban melakukan perlawanan, namun akibat kelelahan, ia pun tak berdaya,” beber Kasat Reskrim Polres Sukabumi, AKP Dhoni Erwanto kepada awak media di Mako Polres Sukabumi, Rabu (31/1/2018).

Setelah merasa puas menggagahinya, korban di tinggalkan begitu saja di wikayah Cianjur pada pukul 23.00 WIB.

Pelaku pun sempat buron hingga akhirnya berhasil diamankan di kediamannya di Desa Sukaluyu, Kecamatan Hegarmanah, Kabupaten Cianjur, Sabtu (27/1). Bahkan, tersangka dihadiahi timah panas di betis bagian kanannya lantaran saat polisi melakukan penangkapan berusaha melarikan diri.

“Karena berusaha melarikan diri, kami lumpuhkan dengan timah panas saat melakukan penangkapan di malam hari,” kata Dhoni.

Pihak kepolisian berhasil mengamankan barang bukti berupa visum et repertum korban, satu setel pakaian putih abu SMA, satu ikat pinggang, satu kerudung warna putih, satu unit sepeda motor honda beat warna putih, satu unit mobil Toyota Agya dan satu unit HP warna hitam.

Akibat prilaku bejatnya, tersangka dijerat Undang Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara. Sementara itu, Adul mengakui seluruh perbuatan yang dituduhkan kepadanya. Bahkan ia menunjukkan aksi bejatnya kepada anak di bawah umur yang dilakukan di dalam mobil rental.

“Iya, saya melakukan dua kali di jok belakang dan depan,” singkatnya.

(radar sukabumi/ryl)


loading...

Feeds