Usut Tuntas Oplosan Maut Tewaskan Siswa SMP di Kabupaten Sukabumi

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kabupaten Sukabumi, Dian Yulianto meminta kepada setiap stakeholder dalam hal ini Polisi dan Dinas Pendidikan untuk mengusut dan menyikapi kasus oplosan maut yang menewaskan siswa SMP di Kabupaten Sukabumi.

Selain itu, dirinya juga akan turun langsung dengan segera menelusuri insiden yang menewaskan DED (14) warga Kampung Cikidanghilir, Desa/Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi.

“Kami akan menelusuri dan investigasi ke keluarga korban untuk mengetahui bagaimana pola asuh dan pengawasan yang dilakukan. Termasuk ke sekolah dimana korban mengenyam pendidikan kami akan datangi juga,” ungkap Dian kepada Radar Sukabumi (Grup Pojokjabar), Jumat (12/1/2018).

Dengan adanya kejadian itu, dirinya amat menyayangkan dan prihatin atas insiden yang menewasan anak di bawah umur tersebut

“Kami menyayangkan dengan kejadian tersebut di saat Kabupaten Sukabumi sedang mempersiapkan dan menyongsong kabupaten ramah anak, kejadian ini harus menjadi perhatian seluruh pihak,” pintanya.

Hal senada dikatakan Ketua Harian Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Sukabumi, Elis Nuraeti. Dirinya menilai peristiwa tersebut merupakan perhatian bagi seluruh pihak agar memperketat perhatian dan pengawasan kepada anak.

Karena dampak akibat insiden ini tidak hanya merusak masa depan melainkan merusak raga.

“Tentunya miris dan prihatin, mental anak-anak bangsa rusak dengan berbagai cara. Untuk tindakan kami akan koordinasikan dulu dengan berbagai pihak,” tambahnya.

Di tempat terpisah, Lembaga Penelitian Sosial dan Agama (Lensa) Sukabumi, merasa prihatin dengan seorang remaja yang tewas karena keracunan akibat mengonsumsi minuman keras oplosan.

“Fakta yang terjadi belakangan ini, dimana degradasi moralitas yang melanda kaum remaja di Sukabumi harus menjadi perhatian seluruh semua pihak. Sebab, kasus miras oplosan, minum obat batuk secara berlebihan, penyalahgunaan obat-obatan terlarang dapat memicu terjadinya kekerasan seksual dan kejahatan lainnya,” jelas Direktur Lensa Sukabumi Daden Sukendar.

Untuk itu, pihaknya sangat menyayangkan dengan sikap dan prilaku para remaja yang berani melakukan hal-hal yang dapat mengancam keselamatan jiwanya. Terlebih lagi, kondisi ini, telah dialami oleh sejumlah remaja yang usianya merupakan generasi harapan bangsa.

Semestinya, hal tersebut harus menjadi perhatian semua pihak, terutama orangtua dan lingkungan masyarakat harus dapat memiliki kepekaan dan kepedulian terhadap sesamanya.

“Apabila orangtua melihat gelagat yang tidak wajar, diharapkan agar secepatnya bertindak atau melaporkan kepada pihak yang berwajib. Intinya, harus cepat tanggap ketika mendapat laporan dari masyarakat, jangan dibiarkan masalahnya menjadi besar atau bahkan sampai merenggut jiwa seperti peristiwa saat ini,” tandasnya.

Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi melalui dinas terkait, semestinya harus bisa bekerjasama dengan berbagai pihak dan tidak hanya melakukan halhal yang bersifat kuratif.

Namun, pemerintah juga perlu melakukan langkah preventif. Seperti bekerjasama dengan masyarakat sampai ke tingkat RT. Mereka juga harus mempunyai data base terkait jumlah anak-anak tuna karya yang biasanya menjadi pemicu dan mengajak serta mempengaruhi anak sekolah di bawah umur. Sementara, untuk tingkat SLTP dapat berlaku hal-hal yang tidak wajar.

“Nah, nanti setelah ada datanya harus diberdayakan dengan memberikan program yang produktif bagi mereka, kemudian perlu diciptakan ruang terbuka publik yang nyaman dan dapat memungkinkan semua orang saling mengontrol agar yang dilakukan mereka adalah hal yang positif. “ pungkasnya.

Sebelumnya, Satu dari tujuh orang penenggak minuman keras (Miras) oplosan di Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi meregang nyawa saat mendapatkan penanganan medis di Pukesmas setempat, sekira pukul 14.00 WIB (11/1).

Informasi yang dihimpun koran ini, ABG Zaman Now yang bernasib nahas itu ialah Dede alias Nyunyun (14), warga Kampung Cikidang, Desa/Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi. Sementara enam orang lainnya, Rizal alias Izal (14), Farhan (15), Dede Fajar (14), Rizwal (22), Yoga alias Bogel (23), dan Berna Fikri Yadilah (20) selamat dan hanya mendapatkan penanganan medis.

Insiden maut itu terjadi bermula saat ketujuh pemuda ini menggelar pesat Miras oplosan di Parkiran mini market di daerah Cikidang, Kabupaten Sukabumi, sekitar pukul 19.00 WIB, Rabu (10/1) lalu.

(radar sukabumi/cr15/cr13)


loading...

Feeds