Pesta Miras Oplosan, Siswa SMP di Kabupaten Sukabumi Tewas

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKJABAR.com, SUKABUMI– Satu dari tujuh orang penenggak minuman keras (Miras) oplosan di Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi meregang nyawa saat mendapatkan penanganan medis di RS Kartika, Kecamatan Cibadak sekira pukul 14.00 WIB, Kamis (11/1/2018).

Kini, aparat kepolisian tengah melakukan penyelidikan kasus tersebut. Informasi yang dihimpun Radar Sukabumi (Grup Pojokjabar), ABG Zaman Now yang bernasib nahas itu ialah Dede alias Nyunyun (14), warga Kampung Cikidang, Desa/Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi. Sementara enam orang lainnya, Rizal alias Izal (14), Farhan (15), Dede Fajar (14), Rizwal (22), Yoga alias Bogel (23), dan Berna Fikri Yadilah (20) selamat dan hanya mendapatkan penanganan medis.

Insiden maut itu terjadi bermula saat ketujuh pemuda ini menggelar pesat Miras oplosan di Parkiran minimarket di daerah Cikidang, sekira pukul 19.00 WIB, Rabu (10/1) lalu.

“Saudara F ini yang membawa minuman keras oplosan itu. Ia membuat sendiri racikan minumannya, kemudian disajikan kepada teman-temannya yang sudah berkumpul,” ujar Kapolsek Cikidang, AKP Maryadi kepada Radar Sukabumi (Grup Pojokjabar).

Saat berpesta Miras tersebut, lanjut Maryadi, satu diantaranya yakni Dede yang masih duduk dibangku SMP itu langsung tak sadarkan diri. Orang tuanya yang menerima informasi langsung membawa korban ke Puskesmas.

Namun, karena kondisinya kritis, akhirnya Dede dilarikan ke RS Kartika di Kecamatan Cibadak.

“Kamis, sekitar pukul 14.00 WIB, saudara DD akhirnya meninggal dunia,” bebernya.

Akibat insiden ini, pihaknya langsung meminta sejumlah keterangan dari teman korban dan juga beberapa orang saksi. Perwira pangkat tiga balok ini mengaku, kasusnya tengah dalam penyelidikan.

“Kasusnya tengah kami lidik,” singkatnya.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Dapil Cikidang, Saepu Drajat mengaku prihatin dengan insiden yang menimpa warganya itu. Ia berharap, para orang tua meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya supaya tidak terjerumus pada tindakan tidak terpuji terlebih lagi yang dapat merugikan.

“Ini harus menjadi pembelajaran supaya kita sebagai orang tua meningkatkan lagi pengawasan kepada anakanak kita,” timpalnya.

Selain itu, politisi PDI Perjuangan ini juga meminta aparat kepolisian supaya menelusuri kasus ini sampai tuntas. Seperti halnya, minuman tersebut didapatkan dari mana. Ia mengkhawatirkan, bila persoalan ini dibiarkan akan ada lagi pemuda yang menenggak miras hingga akhirnya jadi korban.

“Kepada aparat kepolisian, tolong tingkatkan juga operasi miras. Jangan sampai ada korban lagi dikemudian hari akibat miras. Dan, untuk Dinas Pendidikan serta sekolah-sekolah harus lebih meningkatkan pembinaan akhlak dan aqidah, serta pegawasan kepada pelajar,” singkatnya.

(radar sukabumi/ren)


loading...

Feeds