Anjing Rabies Teror Warga Sukamaju Sukabumi

Ilustrasi Anjing Rabies

Ilustrasi Anjing Rabies

POJOKJABAR.com,SUKABUMI – Warga kampung Jaya Bakti, RT 1/1, Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar, Gumelar (10) menjadi korban gigitan anjing liar.

Akibat gigitan itu, kini bocah kelas III SDN Tegalpanjang ini mengalami infeksi rabies.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Sukabumi (Grup Pojokjabar), peristiwa ini terjadi pada pekan lalu sekira pukul 15.00 WIB. Saat itu korban hendak pulang bermain bersama ketiga orang teman lainnya.

“Namun tibatiba datang seekor anjing putih dan langsung menggigit kaki sebelah kanan. Waktu itu, saya sampai tersungkur,” aku Gumelar kepada Radar Sukabumi, Kamis (11/1/2018).

Menurut Gumelar, anjing yang menyerangnya merupakan anjing milik tetangga. Insiden tersebut tak disangka sama sekali, pasalnya anjing menyerang dengan tiba-tiba.

“Setelah menggigit kaki saya, anjing itu langsung lari,” bebernya.

Lilih (54), nenek korban menjelaskan, usai insiden itu, ia langsung membawa Gumelar ke Pusat Kesahatan Masyarakat (Puskesmas) Jampangtengah pada Jum’at (5/1).

Namun, Lilih saat itu disarankan oleh petugas medis, supaya segera membawa korban ke Puskesmas Cikembar, sesuai dengan domisili korban.

“Setalah digigit anjing, cucu saya mengalami demam yang cukup hebat. Selain itu, badannya terasa pegal dan kepalanya pusing. Bahkan, saat pulang Jumatan, Gumelar berjalan merangkak ke tanah. Untuk itu, pada Senin (15/1) saya langsung bawa Gumelar ke Puskesmas Cikembar,” kata Lilih sambil menunjukan bekas luka gigitan anjing di kaki kanannya Gumelar.

Saat ini, sambung Lilih, kondisi kesehatan cucunya sudah mulai membaik. Hanya saja, hampir setiap malamnya, Gumelar mengalami panas pada tubuhnya.

“Sekarang lukanya sudah mulai mengering. Kalau kemarin, pada bekas gigitan anjing itu mengeluarkan bau tidak sedap karena bernanah,” paparnya.

Setelah diperiksa oleh tim medis dari Puskesmas Cikembar, ujar Lilih, petugas Puskesmas menyarankan agar cucunya dapat meminum obat secara rutin.

“Katanya, kalau obatnya sudah habis, disuruh datang lagi. Jadi nanti setiap Senin cucu saya akan dikontrol kesehatannya oleh Puskesmas. Informasinya, anjing itu akan diperiksa di Laboratorium untuk memastikan terdapat virus rabiesnya
apa tidak. Tapi, tidak tahu kapan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi, Iwan Karmawan mengatakan, wilayah Kecamatan Cikembar telah memasuki pilot projek untuk pemberantasan virus rabies.

Pasalnya, hampir setiap tahunnya di kecamatan tersebut, terdapat puluhan korban gigitan anjing rabies. Meski demkian, Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi sudah berupaya melalukan pemberantasan virus tersebut melalui vaksinasi yang dilakukan pada 2017 lalu.

“Kalau setiap anjing milik warga sudah divaksin, kemungkinan besar dalam penyebaran virus rabiesnya sudah tidak ada. Namun, untuk berjagajaga seandainya vaksinnya jelek maka hewan itu harus segera ditangkap dan dilakukan vaksinasi kembali. Selain itu, kita juga harus melalukan cek lab terhadap anjing tersebut. Untuk itu, Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi akan menerjunkan tim untuk melakukan peninjauan ke lokasi kejadian,” pungkasnya.

(radar sukabumi/cr13/d)

loading...

Feeds