Si Raja Copet di Tiga Kota Itu Berhasil Ditangkap Polresta Sukabumi

DIBORGOL: MS (84) asal Cicurug, Kabupaten Sukabumi ini tertunduk malu usai diamankan Sat Reskrim Polres Sukabumi Kota, kemarin(9/1).

DIBORGOL: MS (84) asal Cicurug, Kabupaten Sukabumi ini tertunduk malu usai diamankan Sat Reskrim Polres Sukabumi Kota, kemarin(9/1).

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Tidak tanggung-tanggung, tiga daerah seperti Sukabumi, Bogor dan Cianjur menjadi incaran MS (84) dalam melancarkan aksinya.

Ulah pria paruh baya yang dikenal sebagai Si Raja Copet itu, sangat meresahkan warga terutama para pengurus dewan kemakmuran masjid (DKM). Bahkan, aparat kepolisian pun kerap kali menangkapnya. Tapi karena belum mendapatkan bukti kuat, pelaku akhirnya dilepas begitu saja.

Jumat (5/1/2018), petualangan MS asal Cicurug, Kabupaten Sukabumi itu harus berakhir di tangan polisi. Pelaku ditangkap saat mencuri kotak amal di Masjid An-Nur, Cikole, Kota Sukabumi.

Sebelumnya, aksi itupun terekam kamera CCTV. Pelaku langsung digiring ke Polres Sukabumi Kota, sebab khawatir dihakimi massa. Kanit I Reskrim Polres Sukabumi Kota, IPTU Gandhasyah mengungkapkan, pelaku melakukan pencurian bukan hanya satu kali saja. Bahkan, MS kerap mencopet di beberapa wilayah seperti Sukabumi, Bogor dan Cianjur.

“Pelaku sudah berulangkali melakukan pencurian kotak amal di masjid tersebut, dengan jumlah hasil curiannya berbeda-beda,”beber Gandhasyah kepada Radar Sukabumi, Selasa (9/1/2018).

Menurutnya, polisi sudah kesekian kalinya berhasil menangkap pelaku. Karena belum ada bukti kuat, pelaku dilepaskan begitu saja. Namun, saat ini pelaku sudah tidak bisa berkilah lagi, karena buktinya sudah kuat.

“Selain ada rekaman CCTV, kami mengamankan barang bukti (BB) berupa obeng yang digunakan pelaku untuk mencongkel kotak amal,” ujarnya.

Bahkan menurut Gandhasyah, baju yang dikenakan pelaku sama seperti saat di
lakukan penangkapan. Saat ini, kasusnya akan diserahkan ke polsek untuk ditangani.

“Selanjutnya, kasus ini akan ditangani di polsek,” ulasnya.

Sementara itu, MS mengaku nekad melakukan hal yang tidak terpuji itu lantaran faktor ekonomi.

“Karena kebutuhan saya nekad membongkar kotak amal di masjid isinya Rp300 ribu dan uangnya sekarang sudah habis,” aku MS sembari menunduk dan tangannya diborgol.

Dia berdalih, uang hasil curian dipergunakan untuk menghidupi 12 anak yatim dan delapan anaknya.

”Tapi anak saya sudah pada besar dan sekarang tinggal di Cianjur dan Jakarta,” k atanya.

(radar sukabumi/Cr16)


loading...

Feeds

Ilustrasi Pilkades

Bakal Calon Kades Setia Mekar Mundur

SALAH seorang bakal Calon Kepala Desa Setia Mekar, Kecamatan Tambun Selatan, memilih mengundurkan diri dari peroses pencalonan saat hari terakhir …