Terowonga Zaman Belanda Hebohkan Warga Kota Sukabumi

ASET: Tim Bappeda Kota Sukabumi saat menelusuri terowongan bawah tanah  di Jalan Pasundan, Kota Sukabumi. Terowongan ini menyambungkan Kecamatan Cikole, Warudoyong dan Gunungpuyuh.

ASET: Tim Bappeda Kota Sukabumi saat menelusuri terowongan bawah tanah di Jalan Pasundan, Kota Sukabumi. Terowongan ini menyambungkan Kecamatan Cikole, Warudoyong dan Gunungpuyuh.

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Warga Kota Sukabumi dihebohkan dengan penemuan terowongan tua, Rabu (3/1/2018).

Kabarnya terowongan ini sudah ada sejak zaman kolonial Belanda. Terowongan itu disebut- sebut menyambungkan tiga kecamatan diantaranya, Kecamatan Cikole, Warudoyong dan Gunungpuyuh.

Walikota Sukabumi, M Muraz menginstruksikan beberapa dinas untuk secepatnya mengkaji dan menelusuri terowongan bawah tanah peninggalan zaman Belanda yang mengelilingi pusat Kota Sukabumi.

“Goanya itu dari Jalan Pasundan sampai ke Yogya Departmen Store di Jalan RE Martadinata Kota Sukabumi, tapi sampai sekarang belum ditelusuri. Saya sudah meminta Dinas Bina Marga untuk secepatnya menelusuri terowongan itu,”ungkap Muraz kepada Radar Sukabumi (Grup Pojokjabar), Rabu (3/1/2018).

Apabila sudah dilakukan pengkajian, terowongan tersebut bisa dijadikan pembangunan objek wisata baru yang memiliki nilai historis.

“Maka, penting diketahui kedalaman dan kepanjangan terowongan tersebut,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Penelitian dan Pembangunan (Kabid Litbang) Bappeda Kota Sukabumi, Neng Rahmi memaparkan, pihaknya saat ini tengah melakukan pengkajian untuk dijadikan objek wisata dengan konsep pembangunan terowongan bakal mengadopsi Kota Benteng bersejarah di Belanda, S Hertogenbosch atau yang lebih dikenal dengan Den Bosch.

“Kami lihat di Belanda, Kota Den Bosch ada terowongan bawah tanah, dan di Kota Sukabumi juga ada. Mirip sekali, fungsinya selain sebagai drainase, juga lokasi sejarah wisata,”ungkap Neng Rahmi.

Ia mengaku sudah melakukan kerjasama dengan Spelkabumi yang di Goa Buniayu untuk mencari spot-nya. Menurutnya, petugas juga sempat langsung memeriksa ke lapangan bersama Spelkabumi. Kendati demikian, pihaknya masih belum bisa memastikan kapan terowongan tersebut mulai digarap. Karena saat ini baru memasuki tahap identifi kasi.

“Kondisinya memang masih bagus, lebarnya sekitar 2,5 meter dan tingginya tiga meter,”imbuhnya. Peta bawah tanahnya juga sudah ada. “Satu terowongan ada yang panjangnya sampai 80 meter, menyambungkan Kota Sukabumi dari bawah tanah,”bebernya.

Meski demikian, Bappeda masih menunggu kajian lebih lanjut soal peta kebencanaan untuk melakukan pembenahan, apakah terowongan yang berusia ratusan tahun itu masih layak atau tidak untuk dijadikan objek wisata. Namun, masterplan pembenahan terowongan sudah dibuat.

“Kami kan belum punya peta kebencanaan. Kuat atau tidak, nanti takutnya orang pada berwisata tiba-tiba roboh. Lalu, airnya layak atau tidak, khawatir nanti airnya tercemar. Selain itu masih banyak sedimentasinya, pokoknya banyak pekerjaannya tapi ke depan semoga saja bisa terealisasi,” harapnya.

(radar sukabumi/Cr16/e)


loading...

Feeds

Ilustrasi Pilkades

Bakal Calon Kades Setia Mekar Mundur

SALAH seorang bakal Calon Kepala Desa Setia Mekar, Kecamatan Tambun Selatan, memilih mengundurkan diri dari peroses pencalonan saat hari terakhir …