Soal Limbah Perusahaan Batu Hijau, Warga Cikembar Sukabumi Ancam Gelar Unjuk Rasa

TERCEMAR: Kadus Cibodas, Desa Bojongraharja, Udung, saat menunjukan limbah perusahaan pemotongan batu hijau yang mencemari sungai Cibodas dan lahan pertanian warga.

TERCEMAR: Kadus Cibodas, Desa Bojongraharja, Udung, saat menunjukan limbah perusahaan pemotongan batu hijau yang mencemari sungai Cibodas dan lahan pertanian warga.

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Merasa geram dengan aktivitas perusahaan batu hijau, warga Desa Kertaraharja, Kecamatan Cikembar mengancam akan melakukan aksi unjuk rasa ke perusahaan yang berada di Kampung Cibodas, Desa Bojongraharja, Kecamatan Cikembar dalam waktu dekat ini.

Mereka mendesak pihak perusahaan supaya tertib dalam mengelola limbah supaya tidak terjadi lagi pencemaran lingkungan.

Kepada Radar Sukabumi (Grup Pojokjabar), sejumlah warga mengungkapkan rasa kekesalannya selama ini terhadap pihak perusahaan. Pasalnya, warga menilai perusahaan tidak peka erhadap lingkungan bahkan kesepakatan yang telah dibuat pun terkesan tidak diindahkan.

“Kami sudah layangkan surat keberatan atas aktivitas perusahaan kepada pihak perusahaan melalui pemerintah desa. Warga di sini kesal atas aktivitas perusahaan yang telah mencemari lingkungan kampung. Jika perusahaan tidak segera menutup saluran pembuangan ke sungai Cibodas, maka kami akan demo perusahaan itu,” jelas Eman (35), warga Kampung Padasuka, RT 3/6, Desa Kertaraharja kepada Radar Sukabumi, Minggu Minggu (10/12/2017).

Dalam surat tersebut, lanjut Eman, warga menyatakan sikap keberatan atas aktivitas pembuangan limbah perusahaan yang mencemari sungai dan juga lahan pertanian. Surat yang dilayangkan itu ditandatangi oleh Kepala Dusun Cirumput, Ketua RT 2/5, RT 3/5, RT 4/7, RT 1/8 dan Kepala Desa Kertaraharja.

“Warga di sini hanya ingin perusahaan tersebut dapat peduli pada lingkungan sekitar. Jangan seperti sekarang, limbah perusahaan telah mencemari sungai Cibodas yang airnya dimanfaatkan warga. Limbah itu jika tersentuh warga, maka mereka akan mengalami penyakit gatal-gatal. Karena limbah tersebut selain mengeluarkan cairan putih, juga telah mengeluarkan pasir dan batu kerikil,” bebernya.

Kepala Desa Kertaraharja, Dadan menjelaskan, pemerintah desa akan segera melayangkan surat terkait pengaduan warganya kepada pihak perusahaan yang telah membuang limbah ke sungai Cibodas.

“Warga kami merasa keberatan atas pembuangan limbah perusahaan ke sungai Cibodas karena telah berdampak buruk bagi kesehatan warga serta mengakibatkan kedangkalan sungai. Apalagi sungai tersebut sering digunakan untuk mengairi lahan pertanian. Ya, intinya, sungai itu gara-gara tercemari oleh limbah perusahaan telah berdampak buruk bagi warga yang memanfaatkan air sungai Cibodas,” imbuhnya.

Untuk itu, warga Desa Kertaraharja telah menayatakan sikap keberatan atas saluran pembuangan air limbah perusahaan batu alam itu, ke sungai Cibodas.

“Saya tidak mengetahui nama perusahaan itu apa, namun yang jelas dampak perusahaan itu kami yang menjadi korbannya. Kami akan menuntut pihak perusahaan supaya bertanggung jawab,” ujarnya.

Diakui Dadan, Pemerintah Desa Kertaraharja sudah beberapa kali melakukan koordinasi dengan pemerintah Desa Bojongraharja untuk menyampaikan aspirasi warganya.

“Kepala Desa Bojongraharja juga merasa kesal, karena pihak perusahaan tidak pernah menaatinya. Bahkan, kepala desa katanya sudah beberapa kali mengutus perangkat desanya menyambangi perusahaan itu. Tetapi pemilik perusahaan tersebut selalu tidak ada di tempat. Dipanggil sudah, namun mereka katanya tidak pernah datang,” pungkasnya.

(radar sukabumi/cr13/t)


loading...

Feeds

Ayi Hambali (kemeja hijau) dan tim tengah melakukan pendaftaran di kantor KPU Jawa Barat di Bandung. Foto: Dede/pojokjabar.com

Ayi Hambali Siap Maju Kembali

POJOKJABAR.com, CIREBON– Anggota DPD RI perwakilan Jawa Barat, yang juga ketua Yayasan Pondok Pesantran Al Falah, Dago, Bandung berniat kembali …