Nah Lho… Banyak E-KTP Palsu Ditemukan di RS Al-Mulk Sukabumi

ilustrasi

ilustrasi

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Sukabumi berhasil mendeteksi adanya e-KTP palsu.

Kasus ini berhasil terungkap melalui Program Cukup dengan KTP dan KK (Cetek) atau program pelayanan berobat gratis di RS Al-Mulk. Operator alat baca kartu (ABK) di rumah sakit milik Pemkot Sukabumi ini, berhasil melacak KTP palsu setelah diketahui KTP tersebut tidak dapat dibaca chip-nya.

Sekilas, KTP palsu itu tidak ada bedanya dengan yang asli. Namun ternyata, setelah di baca tak memiliki chip.

“Petugas menemukan banyak KTP palsu. Mungkin pemalsu KTP ingin memanfaatkan pelayanan kesehatan gratis dari program Cetek,” aku Kepala Disdukcapil Kota Sukabumi, Iskandar di depan peserta rapat evaluasi cakupan kepemilikan akta kelahiran untuk warga 0-18 tahun bersama para ketua RW di Gedung Juang’45, Selasa (5/12/2017).

Sejauh ini, ABK baru terdapat di Disdukcapil dan RS Al-Mulk saja. Keunggulan dari alat tersebut, tidak melihat bentuk KTP, namun dapat mengetahui keasliannya dengan membaca chip yang ditempelkan pada dokumen kependudukan tersebut. Rencananya, tahun depan Disdukcapil menargetkan ABK akan di pasang di kantor kecamatan.

“Pasien yang ditemukan membawa KTP palsu di RS Al-Mulk, diarahkan untuk membayar biaya pengobatan karena dianggap tidak memiliki KTP seperti dipersyaratkan oleh pihak rumah sakit,” jelasnya.

Disdukcapil memberikan perhatian khusus pada temuan KTP palsu tersebut. Guna mencegah makin meluasnya KTP palsu, pihaknya akan bekerja sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk menggelar operasi Yustisi.

Iskandar juga mengajak para ketua RW yang hadir pada rapat evaluasi, menjadi mitra Disdukcapil tersebut dalam menangani masalah tersebut. Karena menurutnya, tanpa bantuan dan peran serta RT dan RW, mereka dapat mengambil peran dengan membantu memaksimalkan dokumen.

Karena jika tidak, maka jajarannya akan kewalahan dalam melayani pembuatan dokumen kependudukan dan catatan sipil warga Kota Sukabumi.

“Saya meminta bantuan para ketua RW dan RT agar semua masyarakat punya dokumen kependudukan, jangan sampai ada warga Kota Sukabumi tak mampu jatuh sakit, dia tidak punya KTP dan KK. Mau berobat ke mana. Nanti kamilah yang disalahkan,” tutupnya.

(radar sukabumi/cr11/e)


loading...

Feeds

Obrolan Bersama Pojokjabar Tentang Pilbup Bogor di Graha Pena, Kamis (14/12/2017)

Pilbup 2018 di Mata Kader PDIP

POJOKJABAR.com, BOGOR– Sejumlah tokoh di Kabupaten Bogor yang ramai di media soal bursa pencalonan cabup/cawabup, dipertemukan Pojokjabar.com di Graha Pena …