Material Longsor di Kabupaten Sukabumi Mulai Dibersihkan

DIKERUK: Beko terlihat sedang mengeruk tanah dan batu yang menutup badan jalan penghubung Desa Cikahuripan dengan Desa Gunungtanjung, Rabu (29/11).

DIKERUK: Beko terlihat sedang mengeruk tanah dan batu yang menutup badan jalan penghubung Desa Cikahuripan dengan Desa Gunungtanjung, Rabu (29/11).

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Hujan angin di wilayah Kabupaten Sukabumi sedikit mulai mereda, Rabu (29/11/2017).

Sementara material banjir dan longsor yang sempat mengganggu akses publik kini mulai dibersihkan disejumlah lokasi kejadian.

Bahkan, jalan yang menghubungkan Desa Cikahuripan dengan Desa Gunungtanjung, Kecamatan Cisolok yang sempat tertutup, Pemda Kabupaten Sukabumi harus menurunkan satu alat berat berupa beko untuk menyingkirkan meterial batu dan tanah.

Kepala Desa Gunungtanjung, Rudi Arifin menyebutkan, hingga menjelang magrib, dirinya bersama warga yang dibantu satu unit beko masih menyingkirkan material yang menghalangi jalan.

“Ada tujuh titik jalan yang terhalang material longsor. Kita sampai sekarang masih kerja bakti membersihkannya,” kata Arifin kepada Radar Sukabumi (Grup Pojokjabar).

Dikatakan Arifin, di sepanjang jalan di desa yang ia pimpin, ada beberapa titik jalan yang kondisinya rawan logsor dan berbahaya.

“Makanya, saat ada pertemun dengan Pak Bupati yang dihadiri para kepala dinas di Karangpapak itu, saya menyampaikan permohonan agar di jalan menuju Desa Guungtanjung dipasang besi pembatas jalan (guardril),” pintanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukabumi, Thendy Hendrayana membenarkan jika pihaknya diminta agar memasangkan guardril.

“Kita sudah usulkan, mudah-mudhan dalam waktu dekat ini bisa segera dipasang,” ucap Thendy.

Sedangkan untuk kantor Kelurahan dan UPTD Puskesmas Palabhanratu yang sempat terendam air dan lumpur hingga membuat aktivitas terganggu, kali ini kondisinya sudah kembali normal.

(radar sukabumi/ryl)


loading...

Feeds

Lagi, Kali Bekasi Mengeluarkan Busa

Kelemahan Pemkot Soal Kali Bekasi Disorot

Direktur Eksekutif Kawal Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (KAWALI), Puput TD Putra, menyoroti lemahnya pengawasan pemerintah terhadap pencemaran Kali Bekasi. Diketahui, …