Sambangi Kota Sukabumi, BPK RI: WTP Tidak Menjamin Warga Sejahtera

Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI), Harry Azhar Azis, saat ditemui usai mengisi acara seminar di Politeknik Sukabumi, Senin (13/11)

Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI), Harry Azhar Azis, saat ditemui usai mengisi acara seminar di Politeknik Sukabumi, Senin (13/11)

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Anggota VI Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI), Harry Azhar Azis meyebutkan bahwa Kota Sukabumi memiliki prestasi yang cukup baik dalam mengelola keuangan. Namun demikian, raihan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) tersebut belum menjamin kepala daerahnya mampu menyejahterakan warganya.

Menurut mantan Ketua BPK priode lalu ini, selain akuntabilitas dan transparansi. Ada empat indikator yakni kemiskinan, kemakmuran, pengangguran, rasio ketimpangan pendapatan dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) itu menjadi indikator Sukabumi mendapatkan WTP 3 kali.

Harry menyebut faktor pengangguran dan kemiskinan yang seringkali menjadi permasalahan bupati/walikota di daerahnya.

“Bicara tentang pengelolaan keuangan negara, Kota Sukabumi sudah memenuhi unsur transparansi dan akuntabilitas. Tapi kalau soal kesejahteraan masyarakat saya belum tahu. Karena sepengetahuan saya, belum ada kepala daerah yang sejak dilantik sampai meletakan kembali jabatannya, bisa membuat angka pengangguran menurun. Atau angka kemiskinan ikut menurun,” ungkapnya saat ditemui usai mengisi acara seminar di Politeknik Sukabumi, Senin (13/11).

Harry mencontohkan anggaran Rp1,2 triliun yang dimiliki Kota Sukabumi, perlu dihitung pula berapa angka pengangguran dan kemiskinan yang ada.


loading...

Feeds