Sudah Luas Lahan Pertanian Berkurang, Kini Sukabumi Langka Petani

ilustrasi

ilustrasi

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Sejak empat tahun terakhir ini Sukabumi mengalami penurunan luas lahan pertanian akibat alih fungsi sebagai dampak dari pembangunan. Masalah itu belum sepenuhnya teratasi, kini pemerintah daerah harus dihadapkan pada persoalan baru yakni kelangkaan petani.

Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi Kardina Karsoedi mengakui saat ini jumlah petani yang secara aktif melakukan garapan area persawahan di tujuh kecamatan, sangat tidak sebanding dengan luas lahan pertanian yang ada saat ini mencapai 1.486 Hektar.

Berdasarkan data dihimpun hingga Oktober 2017 silam jumlah petani saat ini tercatat sebanyak 4.340 orang.

”Kalau dibandingkan luas lahan pertanian dengan jumlah petani saat ini, tentu tidak ideal. Sebab jika diperhitungkan, maka satu orang petani hanya menggarap lahan pertanian seluas kurang lebih 0.3 hektar,” ungkap Kardina kepada Radar Sukabumi (Grup Pojokjabar), Minggu (12/11/2017).

Anggota Komisi IX Bidang Ketenagakerjaan DPR RI Ribka Tjiptaning mengemukakan terjadinya kelangkaan tenaga petani lebih disebabkan proses regenerasi yang tidak lagi menganut faktor tradisi keluarga. Kalangan anak muda saat ini lebih cenderung memilih untuk bekerja di industri maupun perkantoran, paling tidak menempuh usaha berdagang.


loading...

Feeds