Polres Sukabumi Kota Periksa Perancang Kebaya Sunda Seksi

JADI VIRAL: Foto yang menjadi viral di media sosial memperlihatkan seorang model mengenakan pakaian adat Sunda tanpa mengenakan kain kebaya pada bawahan, namun hanya mengenakan hotpans.

JADI VIRAL: Foto yang menjadi viral di media sosial memperlihatkan seorang model mengenakan pakaian adat Sunda tanpa mengenakan kain kebaya pada bawahan, namun hanya mengenakan hotpans.

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Polres Sukabumi Kota akhirnya memanggil dan memeriksa Perancang busana Kebaya Sunda yang sempat membuat heboh warga karena penampilannya dalam Wedding Expo di salah satu hotel di kawasan Jalan Siliwangi, Kota Sukabumi beberapa waktu lalu, dinilai telah melecehkan budaya dan agama.

Perancang busana yang dimintai keterangan aparat kepolisian itu diketahui bernama Semy Atmaja. Dia dimintai keterangan selama kurang dari satu jam. Sejauh ini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian atas pemanggilan perancang busana tersebut.

Sementara itu usai dimintai keterangan pemeriksaan, Semy Atmaja yang didampingi Ketua Himpunan Rias Pengantin Indonesia (HARPI) Sukabumi Yudistira Soemapraja langsung menemui sejumlah awak media. Dalam kesempatan tersebut, Semy menyampaikan permohonan maafnya kepada publik.

KLARIFIKASI: Disaigner Costume Semy Atmaja mendapat pengarahan dari Ketua HARPI Kabupaten Sukabumi usai diperiksa di Tim Reskrim Polres Sukabumi Kota.

KLARIFIKASI: Disaigner Costume Semy Atmaja mendapat pengarahan dari Ketua HARPI Kabupaten Sukabumi usai diperiksa di Tim Reskrim Polres Sukabumi Kota.

“Saya atas nama pribadi meminta maaf kepada semua pihak terutama Himpunan Rias Pengantin Indonesia (HARPI), permintaan maaf ini tulus dari saya karena saya tidak tahu, semoga ini akan membawa hikmah untuk perbaikan kedepannya,” paparnya usai diperiksa Tim Reskrim Polres Sukabumi Kota, Jumat (10/11/2017).

Semi menuturkan dirinya sempat kaget ketika mendapat informasi bahwa peragaan busana yang ditampilkan dirinya menuai komentar dari beragam kalangan, terutama di media sosial. Saat itu pula, dia memutuskan untuk berkonsultasi dan meminta maaf kepada sejumlah tokoh, terutama forum komunitas Sunda di Bandung.


loading...

Feeds