Tidak Ikuti Aturan, Angkutan Online di Kota Sukabumi Dilarang Beroperasi

lustrasi Ojek Online atau Salah Satu Angkutan Online

lustrasi Ojek Online atau Salah Satu Angkutan Online

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Kepala Dinas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi, Abdul Rachman menyebut akan melarang operasi kendaraan angkutan berbasis online.

Namun, hal itu akan dilakukan jika surat Walikota Sukabumi tidak diindahkan oleh para pengusaha angkutan daring tersebut.

“Tidak menutup kemungkinan kita juga akan melarang angkutan online untuk beroperasi tanpa harus menunggu satu tahun,” janji Abdul kepada Radar Sukabumi (Pojoksatu.id Group), Kamis (12/10/2017).

Sebab, selama ini angkutan online belum melaksanakan ketentuan yang terkandung dalam surat walikota tersebut. Padahal sudah jelas, Pemkot Sukabumi melalui surat walikota itu memberikan deadline (batas waktu) dalam setahun kepada pengusaha angkutan online untuk berkoordinasi dan komunikasi dengan angkutan konvensional.

“Semua sudah jelas, tinggal ditindaklanjuti oleh pengusaha angkutan onlinenya termasuk melengkapi izin yang telah ditetapkan,” ucapnya. Sementara itu, Pengusaha angkutan online, Aris Munandar mengaku prihatin atas pelarangan tersebut.

Apalagi Ayojek merupakan satu-satunya aplikasi online karya putra daerah Jawa Barat. Sebagai pengusaha angkutan berbasis online, dirinya pun mempunyai tanggung jawab dalam menjaga kondusifitas di wilayah operasional.


loading...

Feeds

SIDAN G: Suasana sidang SSA di Pengadilan Negeri Kelas 1B Kota Depok. Ade/Radar Depok

Program SSA di Depok Belum Ada Kajian

Persidangan pemberlakuan Sistem Satu Arah (SSA) masih terus berlanjut. Pada persidangan yang digelar Kamis (18/1/18) di Pengadilan Negeri Kelas 1B …