Material PLPR di Pantai Karang Pamulang Sukabumi Diduga Bermasalah

Material proyek Pelabuhan Laut Pengumpan Regional (PLPR) di Pantai Karang Pamulang, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu disoal karena diduga berasal dari tambang yang berizin.  IST

Material proyek Pelabuhan Laut Pengumpan Regional (PLPR) di Pantai Karang Pamulang, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu disoal karena diduga berasal dari tambang yang berizin. IST

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Material batu dan pasir di proyek pembangunan Pelabuhan Laut Pengumpan Regional (PLPR) di Pantai Karang Pamulang, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu Sukabumi diduga bermasalah.

Benteng Aktivis Sukabumi Bersatu (BASB) menduga material tersebut diangkut dari perusahaan tambang yang tidak mengantongi izin.

“Kami bisa buktikan, material yang hari ini ada di lokasi proyek PLPR seperti batu dan pasir itu berasal dari perusahaan tambang yang belum mengantongi izin,” ujar Ketua BASB, Damar Rizki kepada Radar Sukabumi (Pojoksatu.id Group), Kamis (12/10/2017).

Menurut Damar, seharusnya pelaksana proyek atau pun pihak yang mendapatkan mandat pengawasan teliti dan selektif dalam memilih material. Karena, sesuai dengan ketentuan, material untuk PLPR harus berasal dari perusahaan tambang yang mengantongi perizinan.

“Silahkan dicek sendiri, material saat ini berasal dari hasil tambang yang tidak memiliki izin. Parahnya lagi, material tak berizin ini sudah 9 hari masuk ke proyek,” imbuhnya.

Damar juga mempertanyakan kinerja Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi dalam pengawasan proyek ini. Pasalnya, meskipun material proyek dari tambang yang tak berizin, tapi sampai saat ini pihak kejaksaan terkesan membiarkan.

Padahal, di area proyek ini, terdapat spanduk yang menyatakan Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi turut mengawasi berlangsungnya proyek PLPR itu.



loading...

Feeds