Tol Gate Pasar Palabuhanratu Sukabumi Diprotes

AUDENSI : Puluhan pengemudi ojek dan warga pasar saat mendatangi perusahaan pengelola tolgate palang pintu otomatis di pasar semi modern Palabuhanratu, selasa (19/9/17). FOTO:SUBHAN/RADARSUKABUMI

AUDENSI : Puluhan pengemudi ojek dan warga pasar saat mendatangi perusahaan pengelola tolgate palang pintu otomatis di pasar semi modern Palabuhanratu, selasa (19/9/17). FOTO:SUBHAN/RADARSUKABUMI

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Puluhan warga pasar dan ojek mengeluhkan adanya tolgate atau palang otomatis di sekitar Pasar Semi Modern Palabuhanratu. Keberadaan tolgate dinilai merugikan bagi para pengojek karena harus membayar retribusi.

Sementara, bagi warga pasar, keberadaan tolgate dinilai mempengaruhi omzet penjualan. Mereka menuntut pemerintah segera mencabut tolget tersebut dengan harapan retribusi dan omzet penjualan kembali meningkat seperti sediakala.

Salah seorang warga pasar, Sapnil (45) mengaku, keberadaan palang otomatis di sekitar toko miliknya berdampak pada minimnya penjualan hingga akhirnya pendapatan dari usaha tersebut kian berkurang. Alasannya, para pembeli merasa tanggung, terlebih harus membayar retribusi yang dianjurkan pihak pengelola tolgate.

“Saya merasa terganggu, mengapa tidak sejak adanya tolgate pembeli jadi berkurang jumlahnya. Karena itu, saya minta pihak terkait untuk mencabut lagi keberadaan tolgate tersebut,” paparnya kepada Radar Sukabumi (Pojoksatu.id Group) disela audensi dengan pihak pengelola tolgate, selasa (19/9/17).

Bahkan, kata Sapnil keluhan adanya tolgate bukan hanya dirinya, warga pasar lainnya mengalami keluhan sama. Apalagi, hal tersebut berkaitan dengan hajat warga pasar yang memiliki tempat usaha.

“Keluhan ini, tidak hanya saya pribadi temen-temen yang lain juga merasa terganggu dengan adanya tolgate dan meminta untuk ditiadakan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Gabungan Ojeg Palabuhanratu (GOP) Asep Parid (40) menjelaskan, sejak adanya tolgate para pengemudi ojek seringkali seringkali mendapat tagihan parkir. Padahal, sebelumnya, sudah sepakat khusus pagi pengemudi ojek sebelumnya tidak dipungut biaya apapun.


loading...

Feeds

SISA KEBAKARAN: Pegawai Negeri Sipil (PNS) melintasi gedung Pemerintah Kota Bekasi yang merupakan sisa kebakaran beberapa waktu lalu.  Sementara untuk perbaikannya baru dilakukan pada 2016 mendatang, termasuk ruangan sekda. Foto ini diambil, Selasa (6/10).  ARIESANT/RADAR BEKASI

Jabatan Sekda Diprediksi Kosong 4 Bulan

Jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi diprediksi bakal kosong selama empat bulan. Pemicunya, Rayendra Sukarmadji selaku birokrat tertinggi di Kota …
Pelantikan Rahmat-Tri Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat

Ada 713 Bacaleg di Kota Bekasi

Sebanyak 713 bakal calon anggota legislatif (bacaleg) dari 16 partai politik, mendaftar ke KPU Kota Bekasi untuk menjadi anggota DPRD …