Terdakwa Kasus Sengketa Lahan di Sukabimi Ditahan

PEMERIKSAAN SAKSI: Hakim Ketua Sidang, Benhard Mangasi L Toruan didampingi Hakim Anggota, Dhian Febriandasari dan Trihandayani dan seorang Panitera Bambang Eri dihadiri dua orang Jaksa Penuntut Umum (JPU) Eva Elda dan Rianah, tengah memeriksa sejumlah saksi perihal kasus dugaan penyerobotan tanah di Pengadilan Negeri (PN) Sukabumi, Jalan Bhayangkara, Kota Sukabumi, selasa (19/9/17). FOTO : DENDI/RADARSUKABUMI

PEMERIKSAAN SAKSI: Hakim Ketua Sidang, Benhard Mangasi L Toruan didampingi Hakim Anggota, Dhian Febriandasari dan Trihandayani dan seorang Panitera Bambang Eri dihadiri dua orang Jaksa Penuntut Umum (JPU) Eva Elda dan Rianah, tengah memeriksa sejumlah saksi perihal kasus dugaan penyerobotan tanah di Pengadilan Negeri (PN) Sukabumi, Jalan Bhayangkara, Kota Sukabumi, selasa (19/9/17). FOTO : DENDI/RADARSUKABUMI

POJOKJABAR.com, SUKABUMI -Sidang peradilan dugaan kasus penyerobotan tanah yang terletak di wilayah Jalan Veteran I No 36, Kelurahan Gunungparang, Kecamtan Cikole yang berlangsung di Pengadilan Sukabumi, Jalan Bhayangkara, Kecamatan Gunungpuyuh, Selasa (19/9/17).

Setelah digelarnya agenda pemeriksaan sejumlah saksi, terdakwa Jamaludin Hakim, warga Veteran I, RT1/2, Kelurahan Gurungparang, Kecamatan Cikole ini langsung ditahan.

Sidang yang dipimpin Hakim Ketua Sidang, Benhard Mangasi L Toruan didampingi Hakim Anggota Dhian Febriandasari dan Trihandayani ini memeriksa dua orang saksi atas nama Ipang (50) dan Adnan (52). Keterangan kedua saksi tersebut memberatkan terdakwa.

Diduga terdakwa telah melakukan tindak pidana penggelapan, pengrusakan dan penyerobotan lahan yang disinyalir bukan hak miliknya. Hal ini terdakwa mengaku sebagai Ketua dan Pengurus Yayasan Akta No 95 tahun 2011 dan masih menguasai dan tetap mengelola SMA/ MA/Mts pada Pendidikan Ahmad Djuwaeni.

Bahkan, terdakwa telah menyewakan sebagian area lahan dan bangunan sengketa kepada Yayasan Persada, Lembaga Pendidikan Amik CBI, kios air isi ulang, warnet. dTerdakwa juga diduga telah melakukan tindakan penggelapan aset milik yayasan merujuk pada Laporan Polisi No. LP/B/126/ III/2013/Sat Reskrim tanggal 22 Maret 2013.

“Berdasarkan sidang pemeriksaan saksi tersebut, bahwa pengadilan telah menimbang terdakwa agar tidak mengulangi perbuatannya. Maka dari itu, terdakwa akan dilakukan penahanan di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Sukabumi untuk waktu paling lama sebanyak 30 hari,” jelas Hakim Ketua Sidang, Benhard Mangasi L Toruan saat membacakan hasil putusan sidang pemeriksaan terhadap ke dua orang saksi dalam kasus tersebut.

Penahanan itu dilakukan terhitung dari Selasa (19/9/17) hingga Rabu (18/10/17) 2017 mendatang. Hal ini, dilakukan mengingat Majelis Hakim ingin menghindari pemulangan terdakwa, agar terdakwa tidak dapat mengulangi lagi perbutannya. Seperti, bangunan sengketa disewakan, memindahalihkantangan dan pembongkaran hingga pengrusakan gedung.



loading...

Feeds