Reyot, Keluarga di Kampung Nanggeleng Kota Sukabumi Ini Tak Pernah Dapat Bantuan

KONDISI RUTILAHU : Kakek Irin bersama istri dan anaknya tengah bercengkrama, setelah mengambil rumput diladang untuk dijual ke tetangganya. FOTO : DENDI/RADARSUKABUMI

KONDISI RUTILAHU : Kakek Irin bersama istri dan anaknya tengah bercengkrama, setelah mengambil rumput diladang untuk dijual ke tetangganya. FOTO : DENDI/RADARSUKABUMI

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Miris nasib Kakek Irin (67) yang merupakan salah seorang warga Kampung Nanggeleng, RT 6/13, Kelurahan Nanggeleng, Kecamatan Citamiang, yang tinggal bersama istrinya Isah (52) dan anaknya Pepen (22), digubuk reot.

Rumah yang terbuat dari anyaman bambu ini, selain nyaris roboh karena sudah lapuk termakan usia. Lokasi rumah yang berukuran sekitar 4 meter x 3 meter ini berdekatan dengan kandang kambing. Warga yang sudah lanjut usia (Lansia) tersebut, terpaksa harus rela tinggal di tempat itu, karena tidak punya lagi biaya untuk menyewa rumah.

“Walaupun demikin kami tetap bersyukur masih ada tempat untuk berteduh, namun hingga kini saya bersama keluarga belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah baik daerah maupun pusat,” jelas Kakek Irin saat disambangi Radar Sukabumi, di keduamannya, Rabu (13/9/17).

Rumah yang dibangun oleh swadaya masyarakat sejak tahun 2015 lalu tersebut, kondisinya kini sangat memprihatinkan. Dinding berbilik bambu sudah banyak yang jebol. Tempat berteduh itu hanya beralaskan tanah. Sehingga saat turun hujan, kediaman sepasang lansia menjadi becek.

“Rumah ini, dibagun oleh warga sekitar. Sementara untuk tanahnya telah kami beli dengan cara dicicil dari Pak Heni yang memiliki kandang kambing itu,” papar Irin sambil menunjukan kandang kambing yang tempatnya berjarak sekitar dua meter dari lokasi rumahnya.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, Kakek Irin terpaksa menyabit rumput di ladang untuk dijual kepada tetangganya yang memiliki kambing. Mereka membagi tugas, Irin yang ngarit rumput sedangkan istrinya bagian membawa rumput yang sudah dimasukan ke dalam karung.

Alasan kenapa istrinya yang memikul rumput, lantaran Irin tak lagi mampu memikulnya. Sementara, untuk pengahasilan sehari-harinya tidak menentu. Karena mencari rumput pun tergantung pesanan pemilik kambing.


loading...

Feeds