Rencana Pembangunan Pasar Pelita Sukabumi Terganjal Kasus

DIPOLICE LINE: Bangunan di Pasar Pelita diberi garis polisi sebagai tanda penyitaan untuk barang bukti kasus yang membelit Kuasa Direksi PT AKA, Ir. Dasep/Radar Sukabumi

DIPOLICE LINE: Bangunan di Pasar Pelita diberi garis polisi sebagai tanda penyitaan untuk barang bukti kasus yang membelit Kuasa Direksi PT AKA, Ir. Dasep/Radar Sukabumi

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Rencana Pembangunan Pasar Pelita kembali gagal. Lantaran, bangunan dan tiang pancang milik PT AKA yang berada di atas tanah pasar rakyat itu dipolice line (garis polisi) pihak Polres Sukabumi Kota sebagai barang bukti dugaan aliran penggelapan uang DP dan boking fee pedagang.

Nilainya mencapai Rp6 miliar lebih. Uang itu diduga digelapkan oleh Kuasa Direksi PT AKA, Ir yang kini berstatus tersangka dan mendekam di balik jeruji besi. Dengan dipolice linenya lokasi tersebut, membuat rencana pembangunan Pasar Pelita semakin tak menentu.

Padahal, PT Fortunindo Arth Perkasa (FAP) sudah melakukan Memorandum of Understanding (MoU) atau Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Walikota Sukabumi.

“Kalau memang itu menjadi barang bukti kepolisian. Ya, kami mengharapkan perkaranya secapatnya diselesaikan dan police line dapat segera dibuka. Sehingga pembangunann pasar dapat secepatnya dilanjutkan,” ungkap Anggota Komisi I DPRD Kota Sukabumi, Henry Selamet kepada Radar Sukabumi (Pojoksatu.id Group), Rabu (13/09/2017).

Menurut Henry, kondisi pasar yang terbengkalai seperti itu seharusnya para pemangku kebijakan itu harus berbicara mana yang terbaik untuk masyarakat Kota Sukabumi. Lantaran, pembangunan pasar itu menjadi solusi untuk penataan para PKL yang ada di area Pasar Pelita.

“Solusinya, kalau police lin tidak bisa dibuka. Lahan yang tidak ada police linenya, bisa di bangun dulu secara bertahap jika itu bisa menjadi win-win solutionnya,” katanya. Henry yang merupakan Politikus Partai Demokrat ini menilai, beberapa kejadian di seputar Pasar Pelita belakangan ini. Salah satu pemicunya akibat semrawutnya pasar tersebut.

Maka dari itu, usul dirinya agar pasar itu dibangun untuk menata kesemerawutan para pedagang kaki lima (PKL) yang ada di pasar tersebut. “Semerawutnya itu kan, karena pasarnya belum dibangun. Kalau sudah dibangun, mungkin lapaklapak PKL itu sebagin besar bisa kita tata.


loading...

Feeds