Sukabumi Darurat Premanisme, Polisi Diharapkan Tegas Atasi Premanisme

PEDULI: Walikota Sukabumi, Muhamad Muraz bersama Wakil Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi, Sekdakot Hanafie Zain dan Kepala Diskoperindag,
Ayep Supriatna saat mengunjungi keluarga Almarhum Raden Galih Nurhikmah, di Gang Purabaya, RT 4/3 Kelurahan Tipar, Kecamatan Citamiang, Selasa (12/9/17).

PEDULI: Walikota Sukabumi, Muhamad Muraz bersama Wakil Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi, Sekdakot Hanafie Zain dan Kepala Diskoperindag, Ayep Supriatna saat mengunjungi keluarga Almarhum Raden Galih Nurhikmah, di Gang Purabaya, RT 4/3 Kelurahan Tipar, Kecamatan Citamiang, Selasa (12/9/17).

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Kurang dari satu minggu, wilayah Kota Sukabumi dihantui tindak kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang aksinya seperti preman yang main hakim sendiri.

Bahkan, aksi penganiayaan yang dilakukan oleh tujuh pemuda terhadap Raden Galih Nurhikmah (23) warga Gang Purabaya, RT 4/3 Kelurahan Tipar, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi di Jalan Ahmad Yani yang berujung kematian pada, Kamis (7/9/17) malam pukul 23.00 WIB.

Tidak lama berselang, aksi premanisme isme kembali ditunjukan oleh segerombolan orang tak dikenal yang menenteng-nenteng senjata tajam (sajam), di Pasar Lettu Bakri, Kelurahan Nyomplong, Kecamatan Warudoyong, sembari mengamuk dan mencari seseorang, Senin (11/9/17).

Walikota Sukabumi, Muhamad Muraz menuturkan, dirinya menghimbau kepada masyarakat serta lapisan kawula muda dan mudi yang berada di wilayah yang menjadi tanggungjawabnya itu untuk tidak mudah terprovokasi serta terlibat dalam aksi yang dapat merugikan secara hukum.

Pasalnya, hal itu dinilai oleh dirinya tidak memiliki kemanfaatan. “Jangan terprovokasi, jangan mengambil keputusan sendiri apalagi ikut memperkeruh suasana.

Karena, ini kota kita, kalau ada kericuhan di kota kita, ya kasihan masyarakat juga,” terang Muraz usai mengunjungi keluarga Almarhum Raden Galih Nurhikmah, warga Gang Purabaya, RT 4/3 Kelurahan Tipar, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi yang meninggal akibat dianiaya sekelompok orang, Selasa, (12/9/17).

Muraz yang didampingi Wakil Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi, Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, Hanafi e Zain serta Kepala Diskoperindag Kota Sukabumi, Ayep Supriatna, ini berharap, tidak ada yang menjelek-jelekan kotanya sendiri.


loading...

Feeds