Harga Singkong di Sukabumi Masih Anjlok

PANEN: Masyarakat petani terpaksa memanen padi meskipun harga ubi anjlok di Warungkiara.

PANEN: Masyarakat petani terpaksa memanen padi meskipun harga ubi anjlok di Warungkiara.

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Petani Singkong di Warungkiara sampai saat ini masih mengeluhkan harga singkong. Pasalnya, harga per satu kilogram singkong hanya dihargai sebesar Rp300.

Para pahlawan pangan itu pun berharap, pemerintah turun tangan menstabilkan harga yang saat ini semakin terpuruk.

Informasi yang dihimpun, untuk harga beli singkong di Jawa Barat saat ini hanya sebesar Rp700, usia singkong 7-8 bulan. Sementara untuk yang lebih satu tahun, harga singkong semakin anjloknya, yakni Rp300. Kondisi ini sudah berlangsung hampir dua tahun.

Salah satu petani asal Desa/Kecamatan Warungkiara, Syamsul Bahri (38) mengatakan, anjloknya harga saat ini karena produksi ubi sangat melimpah. Tidak hanya di Sukabumi, di daerah lain seperti luar Jawa pun melimpah.

“Menurut kami, anjloknya harga singkong saat ini karena lemahnya pengawasan dari pemerintah. Coba kalau pemerintah mewajibkan setiap perusahaan yang berbahan baku singkong untuk tidak menerima barang impor. Saat ini kan perusahaan menggunakan bahan untuk aci itu dari luar,” ujar Syamsul Bahri kepada Radar Sukabumi (Pojoksatu.id Group).

Akibat dari anjloknya harga singkong itu lanjut Syamsul, para petani saat ini semakin menjerit. Pasalnya, jangankan mendapatkan keuntungan dari hasil bercocok tanamnya itu, untuk menutupi modal pun masih harus mengocek kantong lebih dalam lagi.



loading...

Feeds