Proyek Jalan Diduga Asal-asalan ,Warga Padabeunghar Sukabumi Tuding Sarat Terjadi Tipikor

RUSAK: Sejumlah warga saat menunjukan jalan Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampangtengah yang rusak akibat pekerjaan pembangunan jalan yang diduga asal-asalan. FOTO: DENDI/RADARSUKABUMI

RUSAK: Sejumlah warga saat menunjukan jalan Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampangtengah yang rusak akibat pekerjaan pembangunan jalan yang diduga asal-asalan. FOTO: DENDI/RADARSUKABUMI

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Proyek pengerasan jalan dan pembuatan gorong-gorong di Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampangtengah diduga sarat terjadi dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor).

Sebab, pekerjaan dengan dana yang mencapai Rp328,8 juta lebih itu terkesan asal-asalan.Informasi yang dihimpun Radar Sukabumi, sumber dana dua kegiatan itu dari dana alokasi desa (DAD), tahun anggaran 2017.

Untuk proyek pengerasan jalan, dilakukan pada tiga titik, yaitu di Kampung Cikadu, Ciweulit dan Kampung Cirampo, Kedusunanan Cirampo dengan anggaran Rp286. 329.561. Sementara proyek pembangunan gorong-gorong dikerjakan pada 10 titik, dengan anggaran sebesar Rp42.560.000.

Kendati nilainya cukup fantastis, namun pekerjaannya dirasa warga tidak maksimal bahkan terkesan asal-asalan.

“Hasil pekerjaannya terkesan asal-asalan. Padahal, untuk pengerasan saja, satu titiknya itu sebesar Rp.95.443.187,” jelas Ketua RT 38/8 Kampung Ciweulit, Encep (36) kepada Radar Sukabumi (Pojoksatu.id Group).

Menurut Encep, bukti pekerjaan itu asal-asalan seperti dalam proyek pengerasan. Dalam pelaksanaannya, pihak pelaksana, dalam hal ini adalah tim pelaksana kegiatan (TPK) Desa Padabeunhar hanya menggunakan pasir-batu (Sirtu) dengan ketebalan yang sangat tipis. Sehingga, kualitas jalan tidak bertahan lama.


loading...

Feeds