Eksploitasi PT Tambang Semen Sukabumi Diperotes Warga

MENUNJUKAN: Salah seorang warga saat menunjukan lokasi pabrik Semen Jawa diatas bukit wilayah Jampangtengah. DENDI/RADARSUKABUMI

MENUNJUKAN: Salah seorang warga saat menunjukan lokasi pabrik Semen Jawa diatas bukit wilayah Jampangtengah. DENDI/RADARSUKABUMI

Warga di sini jika malam hari tidak bisa beristirahat dengan tenang. Sebab, selain gersang, warga juga merasa terganggu akibat getaran dan suara bisingnya,” tandasnya.

Menurut Bambang, keluhan warga terkait aktivitas eksploitasi PT TSS sudah berulang kali disampaikan kepada pemerintah desa dan pihak perusahaan. Namun, hingga saat ini, warga belum melihat secara langsung pengecekan yang di lakukan pemerintah terkait keluhan warga tersebut.

“Sempat ada pengecekan dari pemerintah, itu pun di lakukannya pada beberapa tahun lalu. Kalau sekarang sudah tidak ada lagi pengontrolan dari pemerintah,” bebernya.

Sementra itu, Staf Advokasi dan Kebencanaan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Barat, Iwang Wahyudin menjelaskan, tata letak perusahaan tentunya dapat membahayakan kesehatan warga sekitar dan mengancam kelestarian lingkungan hidup, apabila tidak sesuai dengan peraturan.

Selain itu,hasil kajian sementara menyimpulkan, lokasi proyek galian PT TSS telah cacat hukum dan berdampak buruk terhadap lingkungan. Pasalnya, perusahaan semen asal Thailand ini, diduga menghasilkan limbah bahan berbahaya serta beracun (B3) karena dalam operasinya perusahaan tersebut, telah menggunakan tambang batu bara.



loading...

Feeds