Meski Sudah di Klarifikasi Pemkab Sukabumi, Pembangunan Asrama Haji ‘Keukeuh’ Harus Diaudit

TERBENGKALAI: Sejumlah pasangan muda-mudi saat nongkrong di asrama haji komplek Pusbangdai yang sudah lama terbengkalai. RENDI/RADARSUKABUMI

TERBENGKALAI: Sejumlah pasangan muda-mudi saat nongkrong di asrama haji komplek Pusbangdai yang sudah lama terbengkalai. RENDI/RADARSUKABUMI

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Kendati Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah memberikan klarifikasi terkait pembangunan gedung Asrama Haji di kompleks Pusbangdai Desa Sukamulya Kecamatan Cikembar, tidak membuat Lembaga Kajian Kebijakan dan Transparansi Anggaran Sukabumi (LK2TAS) puas.

Bahkan, LK2TAS mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atau Inspektorat segera melakukan pemeriksaan terhadap pekerjaan yang diklaim sudah 32 persen itu.

“Baru 32 persen, tapi anggaran sudah mencapai Rp3,6 miliar. Justru, dengan apa yang disampaikan Pemda Kabupaten Sukabumi harus dibuktikan dalam proses pemeriksaan,” ujar Ketua Divisi Informasi dan Publikasi LK2TAS, Bakti Danurhadi kepada Radar Sukabumi, belum lama ini.

Secara akumulasi lanjut Bakti, untuk membangun Asrama Haji ini berarti butuh anggaran Rp13 miliar.

Pasalnya, dalam pernyataan yang disampaikan mantan Kabag Bina Sarana Keagamaan Kabupaten Sukabumi, untuk proses penyelesaian pembangunan Asrama Haji ini butuh anggaran sekitar Rp10 miliar lagi.

“Supaya jelas, kami berharap BPK atau Inspektorat segera melakukan audit terhadap pekerjaan bangunan tersebut,” imbuhnya.



loading...

Feeds

Ilustrasi

Ada Alquran Bodong di Sukamaju Bogor

Beredarnya Alquran bodong di Desa Sukamaju, Kecamatan Megamendung membuat gaduh. Warga pun meminta agar pihak terkait melakukan penindakan dan menangkap …