Mahasiswa Asing STT Nusa Putra Belajar Membatik

A

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Nusa Putra terus mengampanyekan cinta batik Indonesia dan memperkenal batik melalui ‘Study Indonesia Program’. Bahkan, dalam kampanyenya bukan hanya diikuti mahasiswa lokal, mahasiswa asing STT Nusa Putra Internasional Class pun ikut serta.

Mahasiswa asing tersebut bakal mengikuti pendidikan di STT Nusa Putra selama satu semester. Kelimanya yakni, Irina dari Rusia, Sergiu Huma dari Rumania, Johanna Markl dari Jerman, Giulia Tessari dari Italia dan Lucile dari Prancis.

Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan, Muhammad Muslih, mengatakan, dirinya juga memberikan beberapa mata kuliah yang akan dipelajari mahasiswa asing tersebut. Yaitu mata kuliah ‘Economy and Business of Indonesia, The Indonesian History, Technology Culture and Social Exchange, Indonesian Politics and The Governments of South-East Asia, Philosophy of Indonesia and Civic Education, Indonesian Language, dan Sundanesse Art, Dance, Music and Culture’.

“Untuk mata kuliah ‘Sundanesse Art, Dance, Music and Culture’ terbagi menjadi dua kelas. Yaitu ‘in class learning’ dan ‘out class learning’. Dalam ‘out class learning’ ini, STT Nusa Putra membimbing mahasiswa asing untuk membatik yang dibimbing oleh salah satu pelaku industri kreatif yang ada di Sukabumi yaitu Lokatmala,” ujar Muslih.

Ketua STT Nusa Putra, Kurniawan mengatakan, tujuan dari praktik membatik tersebut semata-mata mengajak dan mendorong generasi muda khususnya mahasiswa untuk terus menumbuhkan rasa bangga dan cinta terhadap budaya daerah dan bangsa sendiri.

“Kita harus bangga mempunyai banyak budaya. Namun kebanggaan tersebut juga harus ditunjang dan berusaha untuk mempelajarinya agar dapat mempertahankan, melestarikan dan memperkenalkan ke mata dunia. Karena berbagai macam produk yang dapat dihasilkan dari batik ini seperti baju batik pria dan wanita, aksesoris batik, selendang batik, sajadah batik, tas batik, taplak meja batik dapat manjadi ciri khas dan tentunya agar tidak diklaim sebagai milik bangsa lain,” harapnya.

Selain itu, Owner Batik Lokatmala, Andri Purbawiana yang dikenal dengan pembuat batik khas Sukabumi menambahkan, dengan berbagai macam keunikan batik yang dibalut pewarna alam, tentunya Sukabumi juga memiliki motif ciri khas yang mengandung unsur cerita dan sejarah. Sehingga, yang mengenakan batik asli Sukabumi merasakan kebanggaannya bisa memberikan pelajaran kepada mahasiswa asing.

Pelajaran membatik yang diikuti dengan antusias oleh para mahasiswa asing tersebut diakui menyenangkan oleh salah satu mahasiswa asing yang belajar di kampus STT Nusa Putra, Johanna Markl menulis dalam akun Facebook-nya. “So much fun to learn how to make traditional batik”. (cr7/t)

Feeds

SIDANG LANJUTAN PANDAWA: Salman Nuryanto, terdakwa pemimpin Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Pandawa bertemu pendukungnys usai menjalani sidang dalam agenda pemaparan saksi ahli dari JPU di Pengadilan Negeri Depok, senin (23/10/17). Ahmad Fachry/Radar Depok

Koperasi Pandawa Group Siapkan 165 Saksi

POJOKJABAR.com, DEPOK – Sidang kasus penipuan dan penggelapan investasi fiktif Pandawa Group terus bergulir. Senin (23/101/17), di sidang ke-16 Jaksa …