Mahasiswa Asing Belajar di STT NUSA PUTRA

JADI MAHASISWA: Mahasiswa asing dari Eropa berbaur dalam acara Masa Bimbingan Mahasiswa Baru (Mabim) tahun akademik 2015/2016 di Villa Yustik, belum lama ini. Ketua STT Nusa Putra, Kurniawan, saat meresmikan lima mahasiswa asing dari Eropa yang akan menuntut ilmu di Kampus Nusa Putra, Minggu (13/9/2015).

JADI MAHASISWA: Mahasiswa asing dari Eropa berbaur dalam acara Masa Bimbingan Mahasiswa Baru (Mabim) tahun akademik 2015/2016 di Villa Yustik, belum lama ini. Ketua STT Nusa Putra, Kurniawan, saat meresmikan lima mahasiswa asing dari Eropa yang akan menuntut ilmu di Kampus Nusa Putra, Minggu (13/9/2015).

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Nusa Putra kembali dipercaya mahasiswa asing dari Eropa sebagai tempat menuntut ilmu di Indonesia. Mahasiswa asing ini terdiri dari lima orang yang berasal dari Jerman, Italia, Rusia, Prancis dan Rumania. Mereka resmi dilantik sebagai mahasiswa STT Nusa Putra bersama dengan 380 mahasiswa baru dalam acara Masa Bimbingan Mahasiswa Baru (Mabim) tahun akademik 2015/2016 di Villa Yustik, Minggu (13/9/2015).

Kepala Bidang (Kabag) Kemahasiswaan, Muhamad Muslih, mengungkapkan mahasiswa asing tersebut akan belajar beberapa mata kuliah bersama mahasiswa lokal selama enam bulan atau satu semester. Mahasiswa asing tersebut harus menyelesaikan enam mata kuliah seperti, Economy and Business of Indonesia, The Indonesian History Ethnology Culture and Social Exchange, Indonesian Politics and the Governments of South-East Asia, Philosophy of Indonesia and Civic Education, Indonesian Language, dan Sundanesse Art, Dance, Music and Culture.

“Dalam satu semester tahun ini para mahasiswa asing tersebut akan disuguhkan dengan beberapa mata kuliah. Mereka yak berasal dari negara berbeda tersebut yakni Johanna Mark Karl asal Jerman, Giulia Tesari asal Italia, Iriana asal Rusia, Lucile Gueguen asal Prancis dan Surgiu Huma asal Rumania,” paparnya.

Menurut dia, kegiatan Mabim tahun akademik 2015/2016 yang disatukan antara mahasiswa asing dan mahasiswa baru ini dapat terjadi interaksi antara mahasiswa asing dengan mahasiswa lokal.

“Mudah-mudahan dalam kegiatan Mabim tahun ini yang merupakan masa orientasi (pengenalan) mahasiswa dengan seluruh elemen kampus, para mahasiswa asing bisa melakukan interaksi dengan mahasiswa lainnya, sehingga ke depan adaptasi budaya serta proses belajar ke depannya lebih lancar,” jelasnya. (cr7/d)

Feeds