Mahasiswa STT Nusa Putra Kunjungi NUS

A 1

POJOKJABAR.id, SUKABUMI – Sebanyak 48 orang delegasi dari Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Nusa Putra Sukabumi terdiri dari mahasiswa dan dosen, terbang ke Singapura pada 24-26 Agustus lalu. Hal ini dalam rangka melakukan kunjungan dan seminar di National University of Singapore (NUS). Kegiatan seminar yang mengambil tema ‘Information Exchange on Technology and Engineering in Preparing for MEA’ tersebut, merupakan kegiatan sharing teknologi antara Singapura dan Indonesia yang dihadiri oleh para mahasiswa S1 dan S2 NUS khususnya di bidang Teknik Sipil, Mesin, dan Elektro.

Selain mendapatkan gambaran umum mengenai teknologi yang sedang berkembang di Singapura, para mahasiswa STT Nusa Putra juga mendapatkan kesempatan untuk bertukar pikiran dengan para mahasiswa NUS. Terutama dari Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) yang sedang menempuh pendidikan di sana. Hal tertsebut dikatakan oleh Wakil Ketua I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, HM Koesmawan, kepada Radar Sukabumi, jum’at (28/8).
Selain itu, dirinya pun memaparkan dalam seminar tersebut, memunculkan beberapa topik menarik dan bisa dilakukan di Indonesia maupun Singapura, yang dipresentasikan oleh mahasiswa STT Nusa Putra maupun mahasiswa NUS dari PPI.

“Ada beberpa topik, di antaranya dipaparkan oleh mahasiswa STT Nusa Putra bernama UA Rustandi yang merupakan mahasiswa teknik mesin. Ia mempresentasikan mengenai ‘Renewable Energy’ dengan memanfaatkan tenaga angin yang mungkin diterapkan di Indonesia,” paparnya.

Selain itu ada juga mahasiswa jurusan teknik sipil bernama Herdy Oktaviana yang mempresentasikan mengenai teknik konstruksi ‘Geothermal Power Plant’ yang sedang dikembangkan di Indonesia maupun di Singapura. Sedangkan mahasiswa NUS sendiri, mengangkat topik mengenai ‘Public Transport System’ di Singapura yang dijelaskan oleh saudara Gede Agus Aswamada, mahasiswa jurusan teknik sipil NUS, dan topik mengenai ‘Singapore’s Water Sustainability’ yang dipersentasikan oleh saudara Basta Riyadi yang merupakan Research Assistant at NUS Environmental Research Institute.

Tak hanya itu, dirinya pun mengatakan, berkaitan dengan topik diseminarkan mengenai ‘Singapore’s Water Sustainability’, mahasiswa STT Nusa Putra berkesempatan mengunjungi Marina Barrage yaitu tempat di mana proses new water diproduksi dan mengetahui bagaimana prinsip kerja dari teknologi tersebut.

“Tujuan utama kunjungan ini merupakan bentuk peninjauan langsung. Sehingga, mahasiswa bisa melihat bagaimana teknologi tersebut dapat mengubah air limbah bekas manusia maupun industri, diolah menjadi air bersih yang dapat digunakan kembali dan dapat diminum oleh manusia. Saat ini, new water hampir digunakan oleh seluruh penduduk Singapura,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua STT Nusa Putra, Kurniawan mengatakan, dari hasil kunjungan yang dilakukan oleh para mahasiswa STT Nusa Putra bersama para dosen, dirasa sudah cukup untuk langsung melakukan praktik di Indonesia terutama untuk mengatasi kemacetan yang terjadi.

“Berkaitan topik Public Transport System, sepertinya, sudah saatnya Indonesia bisa menerapkan teknologi MRT, LRT, dan ERP yang terbukti dapat mengatasi masalah kemacetan di Singapura,” ujarnya.

Selain mengunjungi NUS, mahasiswa STT Nusa Putra juga mengungjungi kampus lain, yaitu SMU (Singapore Management University). Kampus tersebut merupakan universitas baru yang dibangun di tengah Kota Singapura. Dirinya pun berharap, dengan beberapa tempat yang dikunjungi oleh para mahasiswa, semoga nantinya bisa menggali ilmu dan berani melakukan praktik langsung.

“Saya berharap dari kunjungan ini, mudah-mudahan para mahasiswa dapat memetik ilmu dan menyampaikan hasil penelitian di kancah international. Sehingga, setiap alumni STT Nusa Putra memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan siap bersaing di kancah international dalam menghadapi tantangan dunia saat ini,” pungkasnya. (cr7/e)

Feeds

MATERIAL BERKELAS: Confero S siap bersaing dengan Avanza CS di segmen low multi purpose vehicle.

Wuling Confero S Begitu Menggoda

Kepala Cabang Wuling Motors, Agustinus Rio mengatakan, tentunya setiap merek punya pertimbangan masing-masing untuk menentukan harga jual.