Ninja VS Scorpio, Satu Tewas

rawan kecelakaan
POJOKSATU.id, SUKABUMI – Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) hingga menelan korban jiwa kembali terjadi. Kali ini, nasib nahas menimpa seorang pengendara sepeda motor, Hendra (25) warga Kampung Wates RT 01/06, Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak. Hendra meninggal di tempat kejadian setelah motor yang dikendarainya beradu bagong dengan Yamaha Scorpio bernopol F 6242 TD, kemarin (12/4).

Informasi yang dihimpun, kejadian nahas itu terjadi di jalan penghubung Cibadak – Palabuhanratu tepatnya di Kampung Cinyocok RT 03/08 Desa Pamuruyan Kecamatan Cibadak. Saat itu, korban mengendarai motor Ninja bernopol F 5289 QL melaju dari arah Cikidang menuju Cibadak. Diduga, korban mengendarai kendaraannya dengan kecepatan tinggi.

Sesampai di tempat kejadian, bersamaan dengan korban, dari arah berlawanan datang sepeda motor Yamaha Scorpio bernopol F 6242 TD yang dikemudikan Juanda Sopyan (25), warga Kampung Cibolang RT 15/03 Desa Cibolang Kecamatan Cisaat yang membonceng satu teman wanitanya, Nenden. Diduga karena jarak terlalu dekat, kedua biker ini tak dapat mengendalikan kendaraannya. Akhirnya, tabrakan pun terjadi.

“Diduga, kecepatan pengendara Ninja ini terlalu tinggi. Sehingga saat di tempat kejadian, tabrakan saling berhadapan pun tak dapat dielakkan,” ujar Kanit Laka Polres Sukabumi, Ipda Hermansyah kepada Radar Sukabumi (Grup Pojoksatu.id).

Akibat insiden itu, lanjut Hermansyah, pengendara Suzuki Ninja mengalami luka parah di bagian kepala dan tubuhnya. Sementara pengendara Scorpio dan penumpangnya mengalami luka di bagian tangan dan kaki. Ketiga korban langsung dievakuasi ke RSUD Sekarwangi untuk mendapatkan penanganan medis.

“Karena lukanya cukup parah, pengendara atas nama Hendra meninggal di perjalanan menuju rumah sakit. Sementara dua orang lainnya, kini dalam penanganan medis RSUD Sekarwangi,” singkatnya.

Sementara itu, salah satu saksi mata, Adi Saputra (29) menyatakan, sebelum terjadinya kecelakaan mematikan itu, ia sempat melihat pengendara motor Suzuki Ninja melanjutkan kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Sehingga, saat insiden itu terjadi, sempat menghasilkan suara yang cukup keras.

“Sempat terdengar suara tadi, karena kecepatan kedua pengendara ini lumayan cukup tinggi,” bebernya.

Menurut Adi, di jalan tersebut memang kerap terjadi insiden kecelakaan. Pasalnya, selain jalan itu sepi, juga jalur itu dipandang cakap bagi pengendara untuk melanjutkan kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Sehingga, bahaya kecelakaan terkadang tak diindahkan oleh pengendara.

“Sering terjadi kecelakaan di sini, karena jalan di sini sepi dan kendaraan baik roda dua dan roda empat kalau menjalankan sudah seperti tidak punya rasa takut. Padahal sudah jelas ada rambu-rambunya,” tandasnya. (ren/dep)

Feeds