Mengorek Kisah PSK Langganan Oknum Pejabat, Lulus SMK Geluti Bisnis Esek-esek

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSATU.id – SUKABUMI – Pengguna jasa ‘kehangatan’ para pekerja seks komersial (PSK) di Sukabumi, ternyata tidak hanya dari kalangan pengusaha semata atau masyarakat biasa, melainkan juga kalangan pejabat. Hal ini terungkap dari pengakuan seorang PSK asal Cibadak, Mawar (bukan nama sebenarnya, red) yang terus bergelut dengan kejam dan kelamnya dunia malam, demi rupiah.

Tubuh tinggi, sintal nan putih, modal utama Mawar untuk mencuri perhatian para pria hidung belang. Kedipan genitnya menjadi jurus jitu yang mematikan. Ya, siapa yang tidak tergoda dengan paras cantik dan bodi aduhay itu. Gayanya yang elegan dan sedikit kalem, membuat yang melihatnya disesaki rasa penasaran. Halal dan haram tidak ada dalam kamus hidup wanita muda kelahiran 22 tahun silam.

Rasa penasaran, membuat wartawan ini semakin tertantang untuk mencari tahu siapa sosok wanita ini sebenarnya. Dengan bantuan salah satu temannya, wanita super seksi ini berhasil dikorek jati dirinya di sebuah tempat hiburan malam ternama yang berlokasi di Jalan Sudirman, Kota Sukabumi.

“Kok di sini, kenapa gak masuk ke room,” ujar Mawar mengawali obrolan dengan Radar Sukabumi (Grup Pojoksatu.id).

Dengan memberikan alasan yang dapat diterimanya, obrolan pun berlangsung di lokasi lain yang tak jauh dari tempat hiburan itu.

“Sudah lama bekerja seperti ini?” tanya wartawan kepada Mawar.

Raut wajahnya tak terlihat kaget, dengan pertanyaan tersebut. Sejarah pertama kali masuk dunia malam, hingga pelanggannya.

Mawar mengaku sejak lulus sekolah di salah satu SMEA (SMK, red) di kawasan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, pekerjaan ini digeluti.

“Saya seperti ini karena sakit hati A, pacar saya mencampakkan dan meninggalkan saya setelah mengambil kehormatan saya. Jadi sejak lulus SMEA waktu itu saya bekerja di sini,” imbuhnya.

Di tengah kacaunya pikiran, dan terlanjur ternoda. Mawar menerima ajakan teman yang telah masuk dunia malam lebih dulu. Sang teman memintanya untuk tidak larut dalam kesedihan, dan mencoba menikmati kehidupan.

“Ya diajak teman sih awalnya, yang terpenting bagaimana caranya lupa dari sakit hati,” bebernya.

Dari perasaan canggung, kini Mawar sudah terbiasa dengan pekerjaan itu. Bahkan dirinya mengaku, tamu yang membookingnya tidak hanya dari kalangan pengusaha atau masyarakat biasa, melainkan sampai pada oknum pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi.
“Oknum pejabat juga ada yang pernah saya layani, dia yang saya tau dari Pemkab Sukabumi,” akunya.

Di singgung masalah penghasilan, Mawar menyebut dalam satu malam bisa mencapai Rp5 juta. Ia mengaku, jika melayani tamu seorang pejabat, penghasilannya lebih dari Rp5 juta.
“Saya orangnya pilih-pilih, tak mau asal terima tamu. Karena itu juga kan mempengaruhi penghasilan,” tutupnya. (ren/dep)

Feeds

WARGA MENOLAK SSA : Spanduk penolakan Sistem Satu Arah (SSA) yang mengatasnamakan Forum RW dan LPM Kelurahan Depok Jaya terpasang di sisi Jalan Nusantara Raya, kemarin malam. Foto : Ahmad Fachry/Radar Depok

Warga Depok Jaya Tolak Sistem Satu Arah

POJOKJABAR.com, DEPOK – Sistem satu arah (SSA) yang diujicoba Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, mulai diprotes. Keladinya, jalan searah tersebut dinilai …