Akses Sukabumi – Surade Sempat Terputus

PUTUS AKSES: Jalan di Kampung Cibeber, Desa Sukamanah, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Sukabumi yang menghubungkan Sukabumi, Kalibunder-Jampang Surade terputus akibat luapan air Sungai Ciawitali dan Sungai Cisurupan pada pukul 07.00 WIB hingga pukul 14.30 WIB, Sabtu (11/4).

PUTUS AKSES: Jalan di Kampung Cibeber, Desa Sukamanah, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Sukabumi yang menghubungkan Sukabumi, Kalibunder-Jampang Surade terputus akibat luapan air Sungai Ciawitali dan Sungai Cisurupan. Foto : Perli Rizal/Radar Sukabumi/Pojoksatu.id

POJOKSATU.id, SUKABUMI – Hujan lebat yang mengguyur kawasan Sukabumi Selatan membuat Sungai Cibeber meluap, Sabtu (11/4). Akibatnya, jalan yang menghubungkan Sukabumi-Kalibunder-Jampang Surade, di Kampung Cibeber, Desa Sukamanah, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Sukabumi terputus, mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 14.30 WIB.

Air luapan dari Sungai Cisurupan, Desa Sukamanah, Kecamatan Cimanggu itu meluber ke badan jalan sekitar satu meter, atau setinggi dada orang dewasa. Tak jarang warga tidak berani melintas. Kendaraan yang hendak melintas pun terpaksa menunggu aliran air hingga surut. Lantaran, jalan alternatif belok di Kampung Tipar keluar di Cibeber untuk melewati banjir juga sulit dilalui. Lantaran jalan di Kampung Pasirmanggir Desa Sukamanah, Kecamatan Cimanggu rusak parah.

“Jalan alternatif ada, tapi jalannya sangat rusak parah bebatuan campur tanah merah. Kalau tidak biasa khawatir terjatuh karena jalannya sangat licin dan berbahaya,” tutur salah satu warga, Ilham Saepullah (17) yang juga pelajar kelas XI MA Cimanggu.

Begitupun yang disampaikan Kades Sukamanah, Kecamatan Cimanggu, Suganda. Menurutnya, pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa dengan bencana alam banjir ini. Lantaran, banjir yang menutup jalan tersebut merupakan bencana alam rutin lima tahunan.

“Kami juga tidak tahu harus bagaimana. Karena air ini kiriman dari Sungai Surupan, air yang mengair masuk ke Goa Gunung Tilu. Di dalam goa itu ada Leuwipanjang. Jika airnya surut, Leuwipanjang itu biasa dimanfaatkan untuk memancing. Tapi bagi orang-orang yang berani saja. Nah dari Leuwipanjang itu, air mengalir ke Cipamulangan. Air ini tumpahan dari Ciawitali,” bebernya.

Ia juga menyebutkan, akibat kerap tergenang aliran air, jalan di kampungnya itu mengalami kerusakan parah. Bahkan, beberapa waktu lalu, masih kata Suganda, pihak Dinas Binamarga sudah melakukan pengukuran.

“Ada sekitar satu kilometer jalan ini rusak parah. Saya memohon segera diperbaiki. Apalagi jalan di depan rumah saya,” pintanya.

Selain mengakibatkan kerusakan jalan, akibat luapan sungai tersebut juga membobol lima kolam ikan milik warga RT 01/01, Desa Sukamanah, Kecamatan Cimanggu. Tak terlewat, talud di kawasan SD, Buniwangi, Desa/Kecamatan Kalibunder pun jebol hingga menghantam tembok bangunan SD.(ren/ryl/dep)

Feeds