Delapan Sekolah Terancam Bubar

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOSKATU.id, SUKABUMI – Sebanyak delapan SMA dan SMK swasta Kota Sukabumi dipastikan terancam bubar. Hal tersebut akibat dari minimnya minat siswa yang bersekolah di swasta, dan itu akan benar terjadi ketika pada musim ajaran baru 2015-2016 mendatang jumlah siswa yang mendaftar ke swasta kurang, maka delapan sekolah tersebut benar-benar bubar.

Kepala Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Sukabumi, Endang Imam mengatakan, berita teracam tutupnya delapan sekolah tersebut dikarenakan di masing-masing sekolah masih banyak Ruang Kelas Kosong (RKK). Hal itu tidak terlepas dari tingginya tingkat kesenjangan antara sekolah swasta dan negeri. Ini berdampak negatif terhadap dunia pendidikan.

“Ini akibat dari sistem bantuan secara materil yang dilakukan pemerintah, dan itu menjadi awal kesenjangan swasta dan negeri, karena pemda lebih fokus membenahi sekolah negeri. Padahal sekolah swasta jangan dianggap sebagai lawan atau saingan,” ujar Endang kepada Radar Sukabumi (Grup Pojoksatu.id), belum lama ini.

Pemerintah masih kata Endang, seharusnya tampil atas nama dunia pendidikan dan tidak membuat sekat atau memilah antara sekolah negeri dan swasta. Biar bagaimana, sekolah swasta ikut memberikan andil dalam mendidik anak bangsa.

“Meski saat ini sudah mengarah kepada yang lebih baik antara hubungan sekolah swasta dan negeri, pemda masih terkesan berpegang kepada otonomi daerah yang memunculkan sebuah sekat. Padahal dunia pendidikan tidak pernah mengenal sekat dan semuanya dianggap sama,” jelasnya.

Sejauh ini BMPS sebagai lembaga yang menaungi sekolah swasta, terus mendorong sekolah swasta di Kota Sukabumi menuju pendidikan yang bermutu dan berorientasi mendidik anak bangsa. Salah satunya dengan menyediakan sarana penunjang sekolah dan tenaga pendidik untuk menghasilkan pendidikan yang bermutu.

“Prioritas kami ke depan bagaimana sekolah swasta memberikan andil mewujudkan Kota Sukabumi sebagai pusat pendidikan yang sinergi dengan sekolah swasta,” jelasnya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, dari data BMPS Kota Sukabumi, terdapat 177 sekolah swasta dari jenjang SD hingga SMK dengan 1.162 guru dan 18.000 siswa. Mirisnya, dari total 177 sekolah sekitar 60 persennya berstatus RKK. Karena itu, Endang berharap, Pemerintah Kota Sukabumi ikut andil mensosialisasikan tentang sekolah swasta. Sehingga pola pikir masyarakat yang lebih tertarik menyekolahkan anaknya ke negeri bisa berubah. “Kami berharap pemerintah dalam hal ini pemda ikut mensosialisasikan tentang sekolah swasta,” tukasnya. (hnd/dep)

Feeds

WARGA MENOLAK SSA : Spanduk penolakan Sistem Satu Arah (SSA) yang mengatasnamakan Forum RW dan LPM Kelurahan Depok Jaya terpasang di sisi Jalan Nusantara Raya, kemarin malam. Foto : Ahmad Fachry/Radar Depok

Warga Depok Jaya Tolak Sistem Satu Arah

POJOKJABAR.com, DEPOK – Sistem satu arah (SSA) yang diujicoba Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, mulai diprotes. Keladinya, jalan searah tersebut dinilai …