Waspada Modus Pencopetan dalam Angkot, Emas 21 Gram Raib

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKASTU.id, SUKABUMI – Seorang ibu rumah tangga bernama lengkap Yani Yuliani warga Perumahan Taman Asri Blok B Kelurahan Subangjaya Kecamatan Cikole Kota Sukabumi, menangis di Polres Sukabumi Kota saat memberikan laporan lantaran gelang emas 21 gram miliknya raib diambil pencuri saat berada di dalam angkutan umum.

Sambil terisak-isak menahan tangis, wanita yang akrab dipanggil Yuli ini melaporkan peristiwa pencopetan di dalam angkutan umum (angkot) jurusan Bhayangkara di hadapan sejumlah penyidik di Unit II Polres Sukabumi Kota.

“Awalnya saya tak sadar karena pelaku pura-pura sakit dan memegang tangan saya. Sepertinya pas dia megang tangan saya itu, langsung mengambil gelang saya,” terangnya dengan suara lemas.

Menurut salah satu penumpang angkot, Isep (38), peristiwa pencopetan tersebut berawal ketika salah saeorang pria naik angkot yang ditumpangi korban di kawasan Jalan Siliwangi. Berjarak 500 meter dari pelaku naik angkot, tiba-tiba pelaku mengeluh sakit kaki kemudian terjatuh dan tangan pelaku memegang tangan korban. Saat itu, Isep yang duduk di depan langsung pindah ke belakang untuk melihat kondisi pelaku.

“Kebetulan saya duduk di depan, pas ada kejadian itu saya langsung pindah ke belakang karena si pelaku mengeluh sakit kaki. Saya tanya, mana sini yang sakit, tapi pas saya lihat kakinya tidak ada yang luka dan si pelaku minta turun di jalan Ahmad Yani depan BCA,” jelasnya.

Menurutnya, saat itu pelaku meminta diturunkan di depan kantor BCA Jalan Ahmad Yani. “Saya sempat bantu orang itu turun dan berniat mengantarkan orang itu takutnya memang beneran sakit. Tapi orang tersebut bersikeras menolak tawaran saya,” ujarnya yang saat itu mengantar Yuli ke Polres untuk menjadi saksi.

Isep yang merasa curiga dengan gerak-gerik pelaku pun mencoba mengingatkan Yuli untuk memeriksa barang-barang yang dibawa oleh korban. Namun korban baru tersadar kehilangan gelang emasnya saat berada di Jalan Gudang dekat Bandros Ata.

“Saya curiga soalnya orang tersebut (pelaku) ngeluh sakit di kakinya tetapi tidak ada yang luka. Terus saya bilang ke ibu yang ada di sampingnya untuk memeriksa barang bawaannya dan ternyata benar orang tersebut merupakan pencopet yang berada di angkot,” terang Isep.

Menurutnya, pencopet tersebut berjenis kelamin laki-laki muda berusia kisaran 20 tahun dengan ciri-ciri berbadan kurus, berkulit putih dengan tinggi sekitar 155 cm dan model potongan rambut cepak. Saat itu pelaku mengenakan kemeja motif kotak-kotak, tangan panjang berwarna biru dan celana jeans.

Saat korban sadar, Isep pun mencoba mencari pelaku dengan mengejar ke tempat turunnya pemuda tersebut. Namun saat dikejar, pelaku sudah tidak berada di tempat. “Kata salah satu pedagang di sana, pemuda tersebut sudah pulang dengan menggunakan mobil Avanza berwarna hitam. Memang saat angkot berhenti, tiba-tiba ada mobil Avanza di belakang kita ngelaksonin terus suruh angkot cepat maju, mungkin itu salah satu kawanan dari pencopet tersebut,” paparnya.

Kasus tersebut kini masih dalam penyelidikan Polres Sukabumi Kota. Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota AKP Sulaeman menuturkan, modus pencopetan dengan berpura-pura sakit kaki di angkutan umum mulai marak.
Sebelumnya, kasus ini pun pernah terjadi di salah satu angkutan umum jurusan Sukaraja. Untuk itu, ia pun mengimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dan waspada jika sedang berada di angkutan umum dan untuk tidak menggunakan aksesoris emas berlebihan saat berada di luar. “Jangan mengenakan barang mencolok di muka umum. Karena hal ini bisa memicu aksi pencurian seperti yang menimpa korban Yani,” harapnya.(wdy/dep)

Feeds