Dianggap Salahi IMB, Bangunan Toserba Disoal

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSATU.id, SUKABUMI – Satpol PP Kabupaten Sukabumi mempersoalkan pendirian lantai IV bangunan Toserba Selamat di Jalan Pelita, Palabuhanratu. Bangunan lantai IV yang diperuntukan mewadahi pelaku Usaha Kecil Menangah (UKM) itu dianggap tidak sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 06 tahun 2010 tentang Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan peraturan lainnya yang mengatur secara teknis pembangunan ruko dan Perda 22 tahun 2012 tentang RTRW Kabupaten Sukabumi tahun 2012-2032. Padahal, para pelaku UKM dan pengangguran menantikan selesainya bangunan tersebut agar bisa berjualan di gedung mewah itu.

“Dalam perda tentang IMB jelas sudah tertera ketentuannya, dan dalam peraturan yang dikeluarkan Dinas Tarkimsih maksimal juga pembangunan di Kabupaten Sukabumi hanya tiga lantai. Meskipun, Toserba Selamat sudah melakukan izin tiga lantai. Akan tetapi, lantai yang keempatnya ini yang dipertanyakan,” ujar Kasat Pol PP Kabupaten Sukabumi, Dadang Eka, Kamis (9/4).

Dijelaskan Dadang, Perda IMB sudah jelas bangunan maksimal tiga lantai, dengan alasan di Kabupaten Sukabumi kontur tanah labil dan rawan roboh, serta merusak tata ruang kabupaten. Sehingga tidak boleh dilakukan pembangunan lebih dari yang ditentukan.

“Pembuatan Perda ini kan jelas hasil musyawarah seluruh OPD, tentu telah ada pertimbangan yang jelas,” terangnya.

Diakui Dadang, hingga kini pihaknya sebagai penegak perda belum bisa melakukan penindakan. Lantaran, belum mengantongi perintah bupati.

“Kami hanya menjalankan tugas, ketika Bupati sudah menurunkan SK, baru kami bertindak,” akunya.

Di tempat terpisah, Pengelola Toserba Selamat, Raden Emma Muttaqien mengatakan, pihaknya sudah mengantongi IMB. Namun untuk izin lantai yang keempat yang diperuntukan mewadahi para pelaku UKM masyarakat Palabuhanratu, masih dalam proses.
“Pembangunan lantai keempat ini juga sudah ditinjau oleh Pak Bupati. Bahkan beliau sangat setuju kalau bangunan ini untuk kepentingan masyarakat ekonomi kecil dan menengah. Kalau tidak percaya silakan tanya kepada beliau. Kami juga menjamin bangunannya sangat kokoh,” tuturnya.

Ia juga mengaku, sudah melakukan pendekatan-pendekatan untuk memberikan penjelasan kepada pemerintah. Baik kepada Satpol PP, Camat Palabuhanratu, hingga tokoh masyarakat terdekat.

“Banyak masyarakat yang merespon baik kok dengan keberadaan bangunan ini. Apalagi bagi mereka (pelaku UKM) yang mau jualan,” bebernya.

Pria yang akrab disapa Cepi itu juga menambahkan, konsep bangunan tersebut manfaatnya seperti Toserba Selamat di Kota Sukabumi. Pihaknya melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan pemerintah daerah untuk mewadahi para pelaku UKM.

“Saya berharap, prosesnya dipermudah. Apalagi yang kerja didominasi oleh masyarakat sekitar. Ini untuk menyerap tenaga kerja masyarakat sekitar,” harapnya.

Sementara itu, Rahmat (54) warga Jalan Pelita, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu mengaku sangat senang saat mendengar kabar jika bangunan lantai IV Toserba Selamat tersebut akan dijadikan tempat UKM. Terlebih kini dirinya hanya sebagai petani. Rencananya, masih kata Rahmat, hasil pertanian dan peternakan ikannya itu akan dijual olahan.

“Nanti hasil dari bertani dan beternak insya Allah akan diolah dan dijual. Karena katanya akan ada tempat kuliner di Toserba Selamat,” harap mantan nelayan Palabuhanratu itu seraya berharap. (lan/ryl/dep)

Feeds