Cemburu, Janda Dianiaya Mantan Kekasih

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSATU.id, SUKABUMI – Tak butuh waktu lama bagi jajaran Sat Reskrim Polres Sukabumi Kota dan Polsek Gunungguruh untuk mengungkap kasus penganiayaan terhadap Herawati alias Nina (34), seorang janda warga Kampung Kutamaneuh RT 04/02 Desa Cikujang, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi. Ternyata pelaku berinisial WGS itu mantan kekasih korban, yang baru dipacari selama dua bulan terakhir.

Pria 27 itu tega menganiaya mantan pacarnya itu, lantaran cemburu telah memiliki pria idaman lain. Dirinya terbakar cemburu, dan secara sadis menganiaya korban dengan cara memukul korban di bagian kepala menggunakan gagang besi, sehingga korban mengalami luka sobek dan harus dijahit sebanyak 15 jahitan. Hingga kini, korban masih koma di RSUD R Syamsudin, Kota Sukabumi.

WGS mengaku tak terima perlakuan korban yang memutuskan tali cintanya secara sepihak. Bahkan, satu bulan setelah korban putus dengannya, malah berpacaran dengan pria bernama Uus, yang tidak lain adalah sahabat si pelaku.

“Saya tersinggung, dan minta balik tapi dianya tidak mau tahu. Saya tidak melarang dia mau pacaran sama siapa, tapi kenapa harus dengan sahabat saya Uus yang juga teman sejak kecil,” dalih pria berstatus duda beranak satu itu, kemarin (9/4).

Pelaku juga mengaku sudah merencanakan penganiayaan tersebut seminggu sebelumnya. Dirinya memutuskan bekerja di Cidahu, Cicurug, Kabupaten Sukabumi sebagai tukang las. Kabar bahwa korban sudah memiliki pria idaman lain akhirnya sampai ke telinganya, dan pulang ke rumah yang juga masih satu kampung dengan korban, namun beda RT.

“Ada yang bilang kalau Nina suka diantar jemput sama cowok, saya pun langsung pulang dan ternyata benar Nina pacaran sama Uus. Saya sakit hati dan langsung pulang ke tempat kerja di Cidahu mengambil besi, untuk menganiaya korban,” terangnya.

Arahan WGS tak terbendung, saat Uus menelpon dan menantangnya duel lantaran tak terima jika sang kekasih sering diganggu pelaku.

“Saya langsung lari keluar usai kejadian, karena takut tetangga keburu datang,” ulasnya.

Sementara itu, Kapolsek Gunungguruh Ipda Yudi Wahyudi membenarkan pelaku telah ditangkap.
“Pelaku penganiayaan kami tangkap di rumah neneknya depan pom bensin Ciaul, Kota Sukabumi pada Rabu (8/4) malam sekitar pukul 20.30 WIB,” ungkap Kapolsek Gunungguruh Ipda Yudi Wahyudi.

Saat ditangkap, pelaku tak melakukan perlawanan. “Ya tidak melakukan perlawanan, karena memang dari awal pelaku ini mau menyerahkan diri cuma katanya tidak berani,”ulasnya.

Dari hasil penyelidikan, polisi mengamankan barang bukti berupa gagang besi berukuran panjang 50 cm dengan diameter 1 cm, dua unit handphone milik korban dan pelaku, serta kupluk yang dipakai tersangka saat akan menganiaya korban.

“Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 351 jo 354 dan 355 tentang penganiayaan berencana dengan hukuman penjara maksimal 11 tahun, jika korban tidak meninggal. Sedangkan jika korban meninggal, pelaku bisa dikenai sanksi hukuman penjara maksimal 15 tahun,” singkatnya. (wdy/dep)

Feeds