Rp360 Juta Bangun UPK PNPM

pnpm

POJOKSATU.id, SIKABUMI – Setelah melakukan sejumlah aksi sosial, Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Kecamatan Kadudampit kini mengembangkan bangunan gedung UPK. Camat Kadudampit, Komarudin yang didampingi Kapolsek Kadudampit dan sejumlah pelaksana UPK Kecamatan Kadudampit melakukan peletakan batu pertama, kemarin (7/4).

“Kami menyepakati Rp360 juta untuk meningkatkan bangunan gedung UPK PNPM. Pelaksananya oleh pihak ketiga,” kata Ketua UPK Kecamatan Kadudampit, Ujang Hamdun kepada Radar Sukabumi, kemarin (7/4).
Bangunan sebesar itu untuk meningkatkan ruangan aula, lesehan, dan ruangan-ruangan kantor untuk mewadahi kepentingan masyarakat.

“Kami tidak tidak mau anggarannya dibelanjakan untuk mobil. Karena mobil hanya bisa digunakan oleh ketua dan khawatir menjadi suudzon orang. Kalau anggarannya untuk bangunan gedung, jika saya tidak menjabat sebagai ketua lagi bangunannya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” jelas Uha sapaan akrab Ujang Hamdun.

Terlebih, kini bangunan yang memiliki dua lantai itu kerap dimanfaatkan oleh masyarakat untuk melakukan transaksi, Musyawarah Antar Desa (MAD) hingga pengajian kaum ibu-ibu. Sehingga, pembinaan akhlak untuk menjaga amanah dalam mengelola keuangan semakin meningkat. Lantaran, Simpan Pinjam Perempuan (SPP) yang digulirkan tidak menggunakan jaminan apapun selain fotokopi KTP.

“Alhamdulillah simpan pinjam kita kemacetannya nol persen. Ini berkat masyarakatnya amanah dan benar-benar memiliki niat ingin berkembang dan keluar dari keterpurukan,” imbuhnya.

Camat Kadudampit, Komarudin pun langsung menyampaikan apresiasinya kepada UPK PNPM, terlebih kondisi keberadaan kantor yang berdampingan itu benar-benar mengalami kemajuan.

“Kami sebagai pemerintah kecamatan juga sangat merasa terbantu dengan program PNPM. Pekerjaan kami menjadi ringan, karena dari keuntungan pengelolaan keuangan PNPM diberikan lagi kepada masyarakat melalui program-program pro masyarakat kecil. Seperti perhatian kepada balita di bawah garis merah (BGM), isbat nikah, santunan puting beliung, yatim jadi investor, melestarikan ‘kaulinan Sunda’, pembangunan posyandu, rehab madrasah diniyah, rehab masjid dan banyak lagi program-program yang betul-betul bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” bebernya.

Ia juga berharap, pemerintah pusat tidak melenyapkan PNPM, terlebih PNPM ini juga melibatkan masyarakat dan pemerintahan desa.

“Keterlibatan pemerintahan desa kan bisa melalui MAD dan BPUPK,” imbuhnya.(ryl/dep)

 

Feeds