Pengunduran dari PNS Harus Sejak Dini

calon kepala daerah pilkada

POJOKSATU.id, SUKABUMI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah mengagendakan tahapan pelaksanaan Pilkada serentak 2015. Di antaranya pendaftaran calon bupati dan wakil bupati pada 22-24 Juli mendatang.
Terkait hal itu, KPUD menyarankan pegawai negeri sipil (PNS), yang akan maju sebagai calon kepala daerah maupun wakilnya, terlebih dahulu wajib mundur dari kepegawaiannya.

Adapun permohonan pengunduran diri harus dilakukan lebih dini. Mengingat mekanisme pengunduran diri bakal memakan waktu yang banyak. “Sesuai dengan aturan jika calon tersebut dari TNI, Polri atau PNS di sebuah kedinasan maka saat pendaftaran harus ada SK pengunduran diri. Pendaftaran sendiri dilaksanakan pada akhir Juli, jadi jika menjabat dari saat ini harus mengajukan supaya tak menjadi kendala di saat memasuki tahapan pendaftaran,” kata Ketua KPUD Kabupaten Sukabumi, Dede Haryadi, dihubungi terpisah, kemarin (7/4).

Menurut dia, pengunduran diri dari PNS itu berdasarkan aturan yang sudah ada. Di antaranya, tertuang dalam revisi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Pasal 7 huruf (t).

Mengenai calon bupati dan wakil bupati yang menjabat PNS akan diketahui saat pendaftaran nanti. “Saat ini belum tahu siapa yang menjabat PNS, nanti akan diketahui karena ada SK pengundurannya,” jelasnya.

Sebelumnya, Wakil Bupati Sukabumi, Akhmad Jajuli sudah mengajukan pengunduran diri dari jabatan PNS-nya pada Maret lalu. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk totalitas pencalonannya sebagai Bupati di Pilkada 2015 ini. Terlebih, melepas jabatan PNS ini sebagai konsekuensi yang harus diterima sebagaimana peraturan yang berlaku. (dri/dep)

Feeds