FPI Nilai Kesbangpol dan KNPI Kecolongan

ormas gafatar

POJOKSATU.id, SUKABUMI – Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Sukabumi membatalkan kegiatan bakti sosial yang diselenggarakan bersama Organisasi Masyarakat (Ormas) Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) beberapa hari lalu, dinilai harus menjadi bahan evaluasi bagi para warga apalagi pemerintah serta OKP dan Ormas di Kota Sukabumi.

Hal ini dikatakan oleh Ketua Tanfidzi DPW FPI Kota Sukabumi, H Fathurrahma. Menurutnya, Kesbangpol Kota Sukabumi dan DPD KNPI Kota Sukabumi sudah kecolongan dengan adanya hal tersebut. Menurutnya, jika Gafatar itu sudah ramai di media sosial atau internet, serta menurut data yang Ia punya jika pemerintah pusat telah memberikan imbauan kepada pemerintah provinsi, kota maupun kabupaten untuk tidak mencatatkan ormas yang bernama Gafatar tersebut. “Namun langkah yang sudah diambil oleh Kesbang yang melarang pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan langkah yang tepat, begitu juga dengan DPD KNPI yang menarik diri dari kegiatan itu langkah tepat,” bebernya.

Dirinya mengaku, FPI lah yang melaporkan tentang ormas tersebut ke Kesbangpol Kota Sukabumi setelah dirinya mendapatkan undangan dari DPD KNPI pada peringatan HUT Kota Sukabumi di Gor Merdeka beberapa hari lalu. “Namun saya melihat logo Gafatar dan saya langsung melaporkan hal tersebut ke Kebangpol,” ungkapnya.

Ia mengaku, telah mempersiapkan dengan warga sekitar tempat akan dilaksanakannya kegiatan tersebut untuk membubarkan kegiatan itu jika memang ormas tersebut akan tetap melaksanakan kegiatannya di Kota Sukabumi. Meskipun, itu atas nama kegiatan sosial seperti donor darah.

“Karena kami tahu jika mereka itu ormas kayak gimana,” terangnya.

Namun dirinya bersyukur dengan langkah tepat yang dilakukan oleh Kesbangpol yang melarang pelaksanaan kegiatan tersebut dan KNPI yang menarik diri dari pelaksanaan kegiatan. “Yang penting ke depannya kita harus lebih selektif kepada ormas seperti itu di Kota Sukabumi, agar tak kecolongan lagi,” jelasnya.

Adapun Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Sukabumi, Bude Dryana mengaku, telah memberikan pernyataannya di media terkait persoalan tersebut, jika Kesbang memang melakukan pemanggilan kepada ormas tersebut karena memakai logo pemkot dan tidak izin terlebih dahulu apalagi organisasi mereka tidak tercatat di Kota Sukabumi. “Kami melakukan semuanya karena untuk menjaga kondusifitas Kota Sukabumi dan melakukan pekerjaan secara normatif,” ujar Bude.

Sedangkan Ketua Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kota Sukabumi, Luviana Adam kembali menegaskan, jika awalnya Ia memang tak tahu menahu status organisasi tersebut. Namun, setelah ada laporan seperti yang dibicarakan banyak orang, Luviana menarik diri dari kerja sama pelaksanaan bakti sosial yang akan dilaksanakan tersebut.

“Saya tak tahu apa-apa soal status organisasi itu, lagi pula yang mengajak saya bekerja sama bukan Gafatar tapi KBP3,” pungkasnya. (cr3/dep)

Feeds