Ramai-ramai Kades di Purwakarta Nyaleg

RAKOR: KPU mengundang sejumlan instansi untuk memastikan bacaleg yang didaftarkan parpol tidak terikat kedinasan dengan instansi. Gani/Radar Karawang

RAKOR: KPU mengundang sejumlan instansi untuk memastikan bacaleg yang didaftarkan parpol tidak terikat kedinasan dengan instansi. Gani/Radar Karawang

POJOKJABAR.com, PURWAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Purwakarta menggelar kegiatan rakor verifikasi syarat calon anggota DPRD Purwakarta untuk pemilu 2019, di aula KPU Jalan Plamboyan Selasa (24/7).

Dalam kegiatan itu, turut hadir perwakilan dari BKPSDM, DPMD, Sekretaris DPRD, Disdik, Kemenang, RSBA, Polres, Kodim, Bagpemhum Pemda dan Panwaskab Purwakarta.

”Para pihak terkait kita undang, untuk memastikan para bacaleg yang telah didaftarkan oleh parpol, tidak terikat oleh jabatan-jabatan yang mengharuskan mereka mundur,” ujar Ketua KPU Purwakarta, Ramlan Maulana, kepada sejumlah awak media.

Menurutnya, dari laporan yang diterima KPU dari intansi terkait, ada sekitar 9 bacaleg yang terindikasi masih berstatus PNS, 6 kades aktif, 3 sekdes dan 15 guru sertifikasi.

”Kita masih menunggu sampai batas akhir penyerahan berkas syarat calon pada 31 Juli mendatang, diharapkan segera dipenuhi semua persyaratan calonnya,” katanya.

Ramlan menyebut, seperti diisyaratkan PKPU 20/2018 para bacaleg tersebut di atas diharuskan melengkapi syarat calon diantaranya; surat pengunduran diri, tanda terima surat pengunduran diri dari intansi terkait dan surat keterangan bahwa pengunduran diri sedang diproses dari atasan atau intansi terkait.

”Jika hal tersebut tidak bisa terpenuhi hingga 31 Juli mendatang, maka kami nyatakan tidak memenuhi syarat. Maka kami akan meminta parpol untuk segera menggantinya dengan bacaleg cadangan,” tuturnya.

Hal lain lagi berlaku bagi anggota DPRD yang nyaleg dipartai yang berbeda. Pengunduran diri, tanda terima pengunduran diri dan keterangan pengunduran diri sedang diproses, harus dibuat dobel.

”Untuk bacaleg dari Anggota DPRD yang pindah partai, syaratnya dobel. Dari pimpinan Parpol dan pimpinan DPRD. Untuk itu kita undang juga dari kesektariatan dewan,” pungkasnya.

(RK/gan/pojokjabar)


loading...

Feeds