Pemkab dan Polres Purwakarta Komitmen Tegakkan Perpres 15 Terkait DAS Citarum, Begini Langkahnya

Kapolres Purwakarta, AKBP. Twedy AB./Foto: Ade

Kapolres Purwakarta, AKBP. Twedy AB./Foto: Ade

POJOKJABAR.com, PURWAKARTA– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta bersama Kepolisian Resort Purwakarta berkomitmen kuat untuk tetap menegakkan dan menjalankan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, termasuk didalamnya pencemaran waduk Jatiluhur akibat adanya limbah dari Jaring Apung di perairan terbesar di pulau jawa itu.

Komitmen bersama ini terlihat saat pertemuan antara Pemkab Purwakarta yang langsung dipimpin Penjabat Bupati Taufiq Budi Santoso beserta jajaran instansi terkaitnya dengan Kapolres Purwakarta, AKBP Twedi Aditya Bennyahdi, kamis pagi (24 mei 2018) di Bale Nagri, Pemkab Purwakarta.

Usai menggelar pertemuan dengan Pemkab Purwakarta, Kapolres AKBP Twedi membenarkan jika pertemuan itu untuk mengambil langkah dalam menegakkan Perpres tersebut tentunya bersama-sama pemkab purwakarta. Menurut Twedi, pertemuannya dengan pemkab tidak hanya membahas permasalahan terkait waduk jatiluhur dan keberadaan jaring apung saja, namun secara umum terkait program pengendalian kerusakan Daerah Aliran Sungai Citarum yang melewati Purwakarta.

Baca:

Masyarakat DAS Citarum Dapat Pesan dari Dandim

Pemerintah Pusat Gelontorkan Ratusan Miliar untuk Penanganan DAS Citarum

Ratusan Pabrik di Cimahi Terbukti Sumbang Limbah ke Citarum

 

“Oh enggak, enggak khusus KJA (Kolam Jaring Apung), ini sudah menjadi perpres ditandatangani tanggal 14 maret lalu oleh bapa presiden dan pasti ini disoroti oleh nasional, kita segera harus bertindak.”, tegas Kapolres Purwakarta, AKBP Twedi.

Sebenarnya sebelum Perpres ini disahkan bulan lalu, pihaknya bersama instansi lain secara terpadu telah melaksanakan berbagai agenda kegiatan yang berkaitan dengan pengendalian kerusakan Daerah Aliran Sungai citarum yang melintasi wilayah Purwakarta termasuk waduk jatiluhur yang menjadi objek utamanya.

Setelah keluarnya Perpres ini, tentu Twedi bersama jajarannya akan terus lebih genjar dalam menggelar berbagai serangkaian kegiatan untuk mengembalikan kualitas sungai citarum kembali bersih dan harum sebagaimana pesan dari Perpres tersebut.

“Memang sebenarnya dari kemaren-kemaren sudah ada kegiatan-kegiatan yang dilakukan juga oleh instansi kita terpadu yah, TNI, Polri dengan Pemerintah Setempat. Tahap awal sudah ada maping-maping dan mulai penataan-penataan dan pembersihan-pembersihan. Sudah ada penanaman pohon juga ya. Kedepannya ini kami sudah melakukan maping-maping lagi, kemudian melaksanakan sosialisasi kepada warga sekitaran bantaran sungai. Tidak hanya warga, kan disini (bantaran sungai dan waduk jatiluhur) ada juga yang usaha yang limbahnya dibuang langsung ke Sungai Citarum. Ini juga kami lakukan sosialisasi dan penindakan” tambah Twedi.

Sementara itu, Penjabat Bupati Purwakarta, Taufiq Budi Santoso menyambut baik keluarnya Perpres nomor 15 ini. Payung hukum ini akan menjadi ikhtiar pihaknya bersama jajaran kepolisian dan TNI untuk mengembalikan kualitas air Sungai Citarum kembali normal.


loading...

Feeds