Jumat Keramat, Kejari Tahan Tersangka Dugaan Korupsi di DPRD, Bikin Geleng-geleng Kepala

EM saat digiring ke mobil tahanan, untuk ditahan selama 20 hari ke depan dititipkan di Rutan Kebon Waru Bandung./Foto: Ade

EM saat digiring ke mobil tahanan, untuk ditahan selama 20 hari ke depan dititipkan di Rutan Kebon Waru Bandung./Foto: Ade

POJOKJABAR.com, PURWAKARTA– Jumat keramat, menjelang tengah hari Kejaksaan Negri (Kejari) Purwakarta menahan tersangka yang diduga melakukan tindak pidana korupsi. Tersangka ditahan pihak kejaksaan terkait dugaan korupsi di DPRD Purwakarta.

Publik selama ini menunggu-nunggu sepak terjang kejaksaan dalam menindaklanjuti tindak pidana di DPRD Purwakarta. Terduga bernama EM ini jauh-jauh hari sudah ditetapkan tersangka oleh Kejari. Dan baru hari ini (Jumat 09/02) dilakukan penahanan.

“Kegiatan DPRD Purwakarta kan banyak. Jadi, barangkali ke depan ada penyidikan di kegiatan yang lain. Ini tersangka EM melakukan dugaan penyimpangan pada kegiatan pengadaan pencetakan undangan dan pengadaan mebeler. Akibatnya kerugian negara sebesar Rp 158 juta. Jadi, untuk kegiatan yang lain sedang dilakukan penyedikan lagi,” ujar Kasi Pidsus Kejari Purwakarta, Edy Monang Samosir kepada awak media di kantor Jalan Siliwangi.

Menurutnya, penahanan salah satu ASN di Setwan DPRD Purwakarta ini, adalah penyelesaian perkara pada tahap kedua. Berkas sudah selesai, pelimpahan penyidik kepada penuntut umum.

“Di dalam pelimpahan ini, penuntut umum (PU) melakukan permintaan penahanan terhadap EM. Mulai hari ini sampai 20 hari ke depan, dan dengan secepatnya PU menyusun surat dakwaan akan segera dilimpahkan ke pengadilan Tipikor di Bandung. Untuk tersangka dititipkan di rutan Kebon Waru,” tuturnya.

Baca juga: Kejari Kota Depok Periksa Saksi Korupsi RTLH di Cilodong

Di tempat yang sama, Plt Kajari Purwakarta, Enen Saribanon, menegaskan, untuk kegiatan lain sedang dilakukan penyidikan.

“Dan tidak menutup kemungkinan tergantung hasil ekspose kegiatan yang lain, nanti mungkin akan ada tersangka baru dari kegiatan yang lain,” ujarnya.

Sementara, Kuasa Hukum EM, MM Khudri mengatakan, penahanan ini masih proses hukum, pihaknya berharap dalam hal ini tetap mengedepankan praduga tak bersalah.

“Penahanan ini masih proses hukum, yah. Kita kedepankan praduga tak bersalah,” pungkasnya.

(Adw/pojokjabar)


loading...

Feeds