Lima Jam Adu Argumen di KPU Purwakarta, Akhirnya…

Polisi Berusaha Mengamkankan Massa di KPU Purwakarta

Polisi Berusaha Mengamkankan Massa di KPU Purwakarta

POJOKJABAR.com, PURWAKARTA- Hingga dini hari Kamis (pukul 03.00 WIB) sejumlah 50 orang timses dan sekitar 200 orang simpatisan masih ada di kantor KPU Purwakarta. Lima anggota KPU di sana adu argumen dengan paslon, pimpinan Partai Gerindra, PKS, Hanura, LO, serta timses Rustandi-Dikdik.

Perdebatan pasangan calon Rustandi-Dikdik Sukardi dan timnya dengan komisioner KPU Purwakarta sejak hari terakhir, Rabu (10/01/2018) sejak pukul 22.00 WIB saat pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati di aula KPU Purwakarta.

Hadir di lokasi fungsionaris DPP Hanura Djoni Rolindrawan, Ketua DPW Hanura Aceng Fikri, fungsionaris DPD Gerindra Jabar Heri Ukasah, Sekum DPW PKS Abdul Hadi Wijaya serta pimpinan ketiga partai di tingkat Kabupaten Purwakarta.

Pokok persoalan yang diperdebatkan adalah pembatalan SK DPP Partai Hanura untuk Paslon Anne dan Aming yang dilnjutkan dengan pengalihan dukungan kepada Rustandi-Dikdik. Pihak KPU menolak menerima pendftaran paslon terakhir karena SK pertama sudah terlanjur dijadikan acuan untuk pasangan Anne-Aming.

Diskusi panas berlangsung selama lima jam. Puncaknya ketika pihak KPU secara sepihak menutup rapat pleno dan langsung dievakuasi oleh personil Polres Purwakarta. Dilanjutkan sterilisasi lokasi oleh sekitar 100 peronil Polres Purwakarta.

Baca juga: Ada 17 Partai yang Resmi Daftar ke KPU Purwakarta
Rustandi menyayangkan sikap Ketua KPU Purwakarta, Ramlan dan jajarannya.

“Ini tragedi demokrasi di Purwakarta. Di mana hak konstitusional saya dirampas tanpa alasan hukum yang jelas! Mari kita terus perjuangkan hak memiliki pilihan bagi warga Purwakarta,” lantang anggota DPRD Provinsi Jawa Barat ini dengan nada geram seperti diberitakan RMOLJabar.Com.

Usai kejadian, pimpinan ketiga partai koalisi menggelar pertemuan di kantor DPC Partai Gerindra di jl Veteran Purwakarta hinggapukul 3.45 dinihari. Hasil pertemuan disepakati untuk melakukan langkah-langkah pengaduan ke KPU-RI, Bawaslu-RI dan pimpinan pusat masing-masing.

(mar/rmol/pojokjabar)


loading...

Feeds

Jumeokbap,nasi kepal Jepang yang diminati lidah orang Indonesia. Foto: Apridista Siti Ramdhani/Radar Cirebon

Jumeokbap ala Cirebon Menggoda Mulut

POJOKJABAR.com, CIREBON– Onigiri adalah nasi kepal khas Jepang yang tidak asing di kalangan umum. Di kota-kota besar, seperti di minimarket …