Ini Pengakuan Rustandi Saat Mendaftar di Kantor KPU Purwakarta

Rustandi Menyampaikan Aspirasinya Saat Pendaftaran di Kantor KPU Purwakarta./Foto: Istimewa

Rustandi Menyampaikan Aspirasinya Saat Pendaftaran di Kantor KPU Purwakarta./Foto: Istimewa

POJOKJABAR.com, PURWAKARTA – Salah satu pasangan calon Rustandi – Dik-dik mengaku merasa dicurangi pada saat mendaftar di hari Rabu (10/01/2018) kemarin di kantor KPU Purwakarta.

“Sebuah perjuangan yang cukup panjang melelahkan di mana ini harapan masyarakar Purwakarta untuk menggapai sebuah keadilan. Kita selalu dicurangi dan mereka berlindung di balik aturan, mereka inilah penjahat-penjahat konstitusi,” kata Rustandie yang disaksikan oleh awak media.

Menurutnya, dirinya dan pasangan politiknya sudah mencalonkan menjadi kepala daerah tidak asal mencalonkan, namun sudah melalui berbagai macam prosedur.

“Mekanisme kami tempuh. Tapi jelas tadi sudah terbukti, terlihat di mata kepala kita sendiri bahwasanya kita betul-betul dicegah. Ini kejahatan konstitusi. Sebuah kejahatan konstitusi yang jangan dibiarkan,” kemudian berlanjut komando ucapan takbir oleh Rustandie, “Allahu Akbar. Takbir, Allahu Akbar. Jangan pernah lelah berjuang, teruskan perjuangan kalian,” tutupnya seperti yang terekam dalam sebuah video.

Sebagai informasi, pendaftaran pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Purwakarta malam tadi, Rabu (10/01/2018) terjadi kekisruhan dan hampir bentrok fisik.

Baca juga: Ada 17 Partai yang Resmi Daftar ke KPU Purwakarta

Kejadian itu terjadi di detik-detik akhir penutupan pendaftaran pasangan calon Rustandie – Dik-dik di kantor KPU memanas. Penyebabnya berkas pasangan dari Gerinda dan Hanura tersebut dikembalikan.

(adw/mar/pojokjabar)


loading...

Feeds

Jumeokbap,nasi kepal Jepang yang diminati lidah orang Indonesia. Foto: Apridista Siti Ramdhani/Radar Cirebon

Jumeokbap ala Cirebon Menggoda Mulut

POJOKJABAR.com, CIREBON– Onigiri adalah nasi kepal khas Jepang yang tidak asing di kalangan umum. Di kota-kota besar, seperti di minimarket …