Geliat ‘Esek-esek’ Malam di Purwakarta (I)

POJOKJABAR.com, PURWAKARTA – Dunia malam di kota Purwakarta terlihat seperti tidak ada geliat yang signifikan terutama bila menyangkut masalah esek-esek. Tapi bila kita cermati lebih jauh, ternyata banyak kupu-kupu malam yang bisa diajak untuk menghangatkan suasana saat angin dingin sudah mulai menerpa.

Kalangannya pun berbeda-beda dari mulai kelas ratusan ribu hingga jutaan rupiah tarif sekali kencannya, untuk tarif ratusan ribu mungkin akan lebih mudah untuk mencarinya. Sedangkan yang bertarif hingga jutaan rupiah kita harus ekstra keras mencarinya, karena pada umumnya mereka agak tertutup berbeda terbalik dengan kelas ratusan ribu rupiah.

Para hidung belang pada umumnya sudah mengetahui tempat-tempat untuk negosiasi masalah harga, bukan rahasia umum tempat yang paling mudah untuk bernegosiasi biasanya di tempat-tempat hiburan malam. Walupun tidak semua tempat hiburan malam disinggahi oleh para kupu-kupu malam, tapi setidaknya ditempat itilah meraka mencari mangsa si hidung belang.

Berikut hasil penelusuran beberapa malam di Kota Purwakarta, untuk mengetahui masalah gemerlapnya dunia malam yang berhasil team rangkum.

Sebut saja Mawar, warga asal kota sebelah ini mengatakan untuk sekali kencan di hotel dirinya memasang tarif 500 ribu rupiah. Namun bila sudah tetdesak oleh kebutuhan harga bisa kurang dari segitu.

“Biasanya kalau lagi ga ada tamu yang booking ngajakin ke tempat hiburan, ya terpaksa jual diri itupun tidak tiap hari. Tapi bila ada keadaaan yang sangat mendesak atau saat perlu uang,” ujar Mawar saat beebincang santai di salah satu tempat hiburan malam.

Masalahnya saya kan tidak kerja, kemudian punya anak terus tidak punya suami jadi untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari terpaksa saya melakukan hal itu.

“Bahkan kalau sudah kepepet ga punya uang, 300 ribupun saya layanin. Yang penting tempat untuk bergelutnya di hotel, sekali main,” tambah Mawar.

Bukan tanpa resiko melakukan hal itu, sehingga saat akan berolah raga diatas ranjang biasanya saya minta kepada yang akan memakai saya menggunakan pelindung.

“Biasanya saat sudah janjian saya minta agar menyiapkan pelindung, saya juga takut terkena penyakit lah jadi ga sembarangan,” terang Mawar.

Hal senada juga disampaikan Melati, wanita asal Pantura ini menceritakan lika liku kehidupan gemerlap dunia malam lebih rinci lagi. (Adw)

Ket foto : Ilustrasi



loading...

Feeds

SINERGI: (kiri kekanan) Kajari Depok Sufari, Letkol Inf R. Moch. Iskandarmanto, Walikota Depok, Muhammad Idris, Letkol Inf. Slamet Supriyanto, Kapolresta Depok Kombespol Herry Heriawan, Kepala PN Depok Budi S, saat acara lepas sambut Dandim 0508/DPK. Ist

Forkopimda Kota Depok Harus Kompak

POJOKJABAR.com, DEPOK – Setelah melakukan pisah sambut di Markas Komando Distrik Militer (Makodim) 0508/DPK, Jumát (13/10/17). Prosesi pergantian Komandan Kodim …